Latest Post
Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Tragedi Heysel: Sejarah Kelam dalam Dunia Sepak Bola

Written By Unknown on Wednesday, November 6, 2013 | 2:05 PM


Papan Peringatan Tragedi Heysel


"Kami melihat fans Italia menangis dan mereka memukul-mukul bagian luar bis ketika kami keluar meninggalkan hotel. Ketika kami meninggalkan Brussels, sejumlah orang Italia marah-marah, dan memang bisa dipahami karena ada 39 rekannya yang meninggal dunia. Saya ingat betul ada seorang Italia yang wajahnya tepat di bawah jendela tempat saya duduk. Ia menangis dan marah. Anda bisa rasakan bagaimana ia kehilangan seseorang dalam kondisi seperti itu. Anda pastinya tidak pernah berharap hal itu berakhir demikian."

Itulah kesaksian dari Kenny Daglish, salah satu legenda Liverpool sekaligus saksi mata dalam Tragedi Heysel, sebuah tragedi kelam yang pernah terjadi dalam dunia sepak bola 28 tahun silam. Tercatat 39 orang meninggal dunia dan lebih dari 600 orang mengalami luka-luka pada tragedi tersebut. Tragedi ini juga berbuntut reaksi keras dari UEFA (United European Football Association) berupa penjatuhan sanksi larangan keikutsertaan tim-tim sepak bola asal Inggris di kompetisi Eropa selama lima tahun. Khusus untuk Liverpool, ada tambahan waktu tiga tahun, namun kemudian direvisi menjadi satu tahun saja.

Kronologi

Tragedi Heysel terjadi pada 29 Mei 1985, tepatnya pada saat digelarnya partai final Liga Champions musim 1984/85 atara Juventus VS Liverpool. Pada saat itu, puluhan ribu pendukung Liverpool dan Juventus berlomba-lomba datang ke ke Stadion Heysel, Brussels, Belgia dengan harapan dapat menyaksikan klub kesayangannya bertanding dan berhasil mengangkat trofi juara Eropa. Total jumlah penunton saat itu mencapai 60.000 penonton. Sebenarnya, kedua kelompok suporter ini sudah dipisahkan. Namun, terdapat kekacauan di zona netral. Saat itu, zona netral lebih banyak diisi oleh pendukung Juventus. Sementara pendukung Liverpool yang ada di zona yang sama, cuma dibatasi dengan pagar kawat.

Selain antisipasi keamanan yang buruk dari pihak penyelenggara, kondisi Stadion Heysel juga disebut-sebut sebagai salah satu biang keladi terjadinya tragedi ini. Saat itu, Stadion Heysel sudah berusia lebih dari separuh abad, dan banyak fasilitas kurang layak juga dituding sebagai salah satu yang memperburuk peristiwa itu. Selain tidak terawat, beberapa bagian stadion terbuat dari bahan ringkih. Para pendukung yang tidak kebagian tiket bisa menjebol tembok yang terbuat dari batako berlubang.

Pukul tujuh malam, tepat satu jam sebelum kick-off pertandingan, pemicu tragedi ini mulai meletup. Kedua pendukung yang sebagian besar sudah berada di bawah pengaruh minuman beralkohol mulai bersitegang dan saling melempar ejekan bernada provokasi yang kemudian pada akhirnya berujung pada aksi saling lempar batu. Saksi mata menyatakan, pendukung Juventus lebih dulu melempar batu ke arah tempat duduk pendukung Liverpool. Terprovokasi ulah tersebut, kubu pendukung Liverpool juga ikut melempat batu ke arah lawan. Rupanya kondisi kian memanas, pendukung Liverpool yang memang unggul jumlah orang mengubah skenario pertikaian dengan melakukan penyerangan frontal dan merusak pagar pembatas yang hanya berupa rantai berkawat.

Kalah jumlah, pendukung Juventus mulai terpojok dan berusaha mundur. Mereka mencoba menyelamatkan diri namun naasnya, mereka terhalang dengan tembok besar. Tembok stadion yang memang sudah rapuh itu akhirnya runtuh akibat dorongan dan banyak jumlah orang di satu tempat. Para korban sempat berusaha menghindar dan menyelamatkan diri, tetapi tidak sempat dan akhirnya jatuh korban akibat terinjak-injak dan tertimpa material tembok yang runtuh tersebut. 39 orang meninggal dunia, 32 di antaranya berasal dari pendukung Juventus, 4 orang Belgia, 2 dari Perancis, dan seorang warga Irlandia.




Kondisi Kerusuhan saat itu

Pasca runtuhnya tembok tersebut, suasana semakin kacau. Pendukung Juventus yang telah menyadari telah jatuhnya korban dari pihak mereka menjadi sangat beringas. Mereka turun ke lapangan, menyerang balik kubu pendukung Liverpool dan bentrok dengan aparat yang coba menghalangi aksi mereka. Namun perlu dimaklumi bahwa aksi beringas pendukung Juventus ini terjadi karena sebagian dari mereka baru saja kehilangan teman dan saudara yg dicintai.

Meskipun korban dalam Tragedi Heysel berjatuhan dan diwarnai kericuhan hebat, namun pertandingan tetap dilanjutkan. Alasannya, karena bila partai ini tidak dilanjutkan, justru dikhawatirkan emosi kedua kubu akan kembali meluap dan bisa jadi pula akan terjadi korban berikutnya.

Walaupun bertanding dalam keadaan penuh duka, Juventus akhirnya sukses mencetak kemenangan. Gol semata wayang dalam laga ini dibuat oleh sang legenda Michel Platini di menit 56 setelah mendapat hadiah penalti akibat pelanggaran yang dilakukan oleh Zbigniew Boniek.

Nasib Stadion Heysel dan Tugu Peringatan

Pasca Tragedi Heysel, selain membawa dampak dijatuhkannya sanksi larangan bertanding bagi klub-klub Inggris di kejuaraan Eropa, tragedi tersebut juga menyebabkan Stadion Heysel tidak lagi digunakan untuk menggelar ajang sepak bola hingga sepuluh tahun. Memang ada ajang olahraga yang dilangsungkan di sana, namun hanya sebatas atletik saja. Renovasi pun dilakukan untuk stadion ini. Puncaknya adalah pada 1994 ketika Heysel diberi nama baru, yaitu Stadion King Baudouin. Nama baru ini sekaligus bertujuan menutup tragedi 1985.

Stadion King Baudouin digunakan pertama kali untuk menggelar partai persahabatan antara Belgia dan Jerman, sekaligus menandakan kesiapan pemerintah Belgia dan semua orang di negeri tetangga Belanda tersebut bahwa Tragedi Heysel takkan terulang lagi. Stadion King Baudouin sendiri akhirnya berkesempatan untuk menggelar partai final kejuaraan Eropa setahun kemudian. Pada 8 Mei 1996, stadion baru ini dipakai untuk laga PSG (Prancis) melawan Rapid Wina (Austria) di final Piala Winners.

Selain berubahnya Stadion Heysel, pasca tragedi ini juga melahirkan sebuah tugu peringatan. Untuk mengenang Tragedi tersebut didirikan tugu peringatan yang dibangun dengan total biaya mencapai £140.000 dan didesain oleh seniman asal Perancis bernama Patrick Remoux. Tugu ini diresmikan 20 tahun setelah Tragedi Heysel, tepatnya pada 29 Mei 2005.

Tugu ini berbentuk jam matahari yang di sekelilingnya dihiasi dengan batu-batuan yang berasal dari Belgia dan Italia. Ada 39 lampu bersinar untuk masing-masing korban. Ada juga sebuah puisi berjudul "Funeral Blues" yang diciptakan oleh penyair Inggris, W. H. Auden.

Amicizia!

Lalu bagaimana hubungan antara Juventini (sebutan untuk pendukung Juventus) dan The Kop (sebutan untuk pendukung Liverpool) sekarang? Tragedi Heysel memang terus diingat, namun hebatnya tragedi ini tidak lantas membuat kedua belah pihak terus-menerus menjadi musuh dan menyimpan dendam.

Contohnya pada babak perempat final Liga Champions 2005 saat kedua kesebelasan kembali berhadapan. Ketika itu Liverpool menjamu Juventus di Stadion Anfield. Kenangan buruk, emosi, dan dendam dari Tragedi Heysel itu hilang sudah. The Kop menciptakan mozaik raksasa nan indah bertuliskan "Amicizia" yang berarti persahabatan. Mozaik ini menyiratkan permintaan maaf mereka sebesar-besarnya terhadap Juventini. Aksi itu dibalas oleh sebagian besar Juventini yang memadati Stadion Anfield dengan sambutan hangat dan tepuk tangan meriah.

Contoh lain bisa dilihat pada bulan Juni 2010, di situs resminya, Liverpool mengeluarkan gambar dua tangan yang saling bersalaman. Satu tangan berwarna merah dengan latar belakang merah, sementara satu lagi berwarna putih dengan latar belakang hitam, yang menggambarkan warna seragam antara Liverpool dan Juventus. Di samping kanan tangan yang bersalaman itu terdapat tulisan "In Memoria E Amicizia, May 29 1985", yang artinya "Dalam Kenangan dan Persahabatan, 25 Mei 1985".

Tragedi Heysel merupakan salah satu sejarah kelam dalam dunia sepak bola. Pihak-pihak yang terlibat di dalamnya sudah saling memaafkan, tapi tragedi ini tetap tidak boleh dilupakan. Bukan bertujuan untuk menumbuhkan dendam dan mengorek luka lama, melainkan agar menjadi pelajaran di waktu-waktu mendatang khususnya bagi para pendukung fanatik klub sepak bola dimanapun berada.

Ditulis oleh "Digim", Salah seorang Redaksi Majalah JasMerah dan gw posting ulang disini.

Hubungan antara Turki Ottoman dan Kesultanan Aceh



Kapal Ottoman di Samudera Hindia di Abad Ke-16

Turki Ottoman dan Aceh, dua kesultanan yang secara geografis terpisah sangat jauh. Dua kesultanan ini pernah memiliki kedekatan hubungan bilateral yang cukup lama terjalin, antara abad ke 16 hingga abad ke 19. Sebenarnya Aceh bukanlah kerajaan pertama di Asia Tenggara yang pernah memiliki hubungan dengan Turki Ottoman, Kesultanan Samudera Pasai juga tercatat pernah memiliki hubungan perdagangan dengan Turki, dimana hubungan perdagangan tersebut terjalin karena pada awalnya banyak pedagang Turki yang ikut dengan rombongan pedagang india ke beberapa kerajaan di Nusantara, dan juga atas rekomendasi seorang muslim terkenal dari Afrika utara, yaitu Ibnu Battuta yang pernah berkunjung ke samudera pasai.

Sedangkan untuk hubungan antara Aceh dan Ottoman dimulai ketika Aceh yang menganggap kedatangan portugis di malaka sebagai ancaman sehingga mengirimkan duta ke Ottoman untuk meminta dukungan. Pengiriman duta oleh Sultan Alauddin Al-Qahhar ke Ottoman dikarenakan sang Sultan menganggap Ottoman salah satu kerajaan terbesar saat itu yang memiliki kesamaan Agama dengan Aceh, sehingga mungkin saja bisa membantu aceh mencegah ekspedisi Portugis di Selat Malaka dengan memainkan isu Agama. Surat beliau ditujukan kepada Khalifah Suleyman Al-Kanuni. Tetapi kemudian sampai pada masa Sultan Selim II. Pengiriman bantuan dari Ottoman ke Aceh sempat tertunda karena armada yang dipersiapkan untuk membantu Aceh harus dikirim terlebih dahulu ke Yaman, untuk meredakan pemberontakan yang terjadi disana. Baru pada tahun 1566, bantuan dari Ottoman tiba di Aceh dibawah pimpinan Kurdoglu Hizir Reis. Dikatakan Aceh membayar bantuan tersebut dengan Emas, Permata, dan Beras.

 
Kesultanan Aceh mendapat keistimewaan untuk mengibarkan bendera Turki Utsmani pada kapal-kapalnya sebagai tanda hubungan erat keduanya.

Ottoman juga mengajari Aceh bagaimana cara membuat meriam dan mesiu, dan pada abad ke 17, Aceh bisa berbangga hati karena bisa membuat meriam perunggu ukuran sedang. Bahkan pada saat itu atas bantuan Ottoman, Aceh juga berhasil membuat senapan putar bergagang dan arquebus. Hubungan Ottoman dengan Aceh mengakibatkan berkembangnya pertukaran antara Ottoman dengan Aceh dalam bidang militer, perdagangan, dan agama. Bahkan pada saat itu kapal – kapal Aceh sempat diizinkan mengibarkan bendera Ottoman. Dan hubungan erat antara Ottoman dengan Aceh ini sangat menghambat misi portugis untuk memonopoli perdagangan rempah – rempah, bahkan Portugis sempat ingin menyerang Aceh, namun gagal karena minimnya sumber daya manusia di Laut Hindia.

Waktu terus berjalan, dan aceh kembali mendapatkan ancaman yang kali ini datang dari Belanda. Pada tahun 1872 – 1873 Belanda ingin memperluas jajahannya, dan berniat untuk menyerang Aceh. Sultan Aceh pada saat itu langsung mengirimkan surat ke Sultan Ottoman untuk kembali meminta bantuan. Namun pada saat ini Sultan Ottoman sudah mulai kehilangan kekuasaannya, para menteri di Porte lah yang memiliki kekuasaan lebih pada saat itu.
Dan para menteri Ottoman pada saat itu lebih cenderung untuk tidak mengirimkan bantuan ke Aceh, walau sang Sultan secara pribadi berkeinginan untuk membantu. Hal ini juga dipengaruhi oleh tekanan Inggris dan Perancis yang meminta Ottoman agar tidak ikut campur. Memang masa ini merupakan masa – masa diujung kehancuran Ottoman, lebih tepatnya kurang dari 40 tahun sebelum masa kehancuran Ottoman.

Artikel ini gw tulis untuk majalah JasMerah, dan gw posting ulang di sini.
Sumber Gambar : Pasukanottoman.wordpress[.]com

Selebritis dan Tokoh Sejarah yang Mirip dengan mereka

Written By Unknown on Monday, September 9, 2013 | 1:55 PM

Siang ini gw baru aja buka Tumblr, dan gak sengaja nemu beberapa foto2 yang menarik dari akun Tastefullyoffense.

Langsung aja deh gw share foto - fotonya disini, biarkan gambar yang berbicara.















“Sang Penjagal”, Raymond Pierre Paul Westerling

Written By Unknown on Monday, August 26, 2013 | 10:17 AM


Westerling (Sumber gambar : Liputan6.com)

Raymond Pierre Paul Westerling, seorang Belanda yang sangat fenomenal di Indonesia. Ia lahir di Istanbul, Turki, pada hari Minggu 31 Agustus 1919 dan meninggal di Belanda pada tanggal 26 November 1987. Orangtuanya adalah pasangan pedagang karpet. Ayahnya seorang Belanda, ibunya keturunan Yunani.

Westerling sudah hidup mandiri sejak umur 5 tahun, dimana ketika ia ditinggalkan oleh orang tuanya pada saat itu. Hal itulah mungkin yang membentuk dirinya menjadi orang yang tidak bergantung dan terikat pada siapa pun. Di umur yang masih sangat belia Westerling sudah tertarik pada buku – buku perang, dan ia pun memiliki kesempatan menjadi tentara ketika perang dunia pecah pada Desember 1940.

Mesir dan Palestina pernah menjadi medan tempur Westerling bersama kesatuannya. Dua bulan kemudian ia dikirim ke Inggris dengan kapal. Di sini tingkah liarnya mulai muncul. Ia menyelinap menuju Kanada, melaporkan diri ke Tangsi Ratu Juliana, di Sratford, Ontario. Di situlah ia belajar berbahasa Belanda.

Ketika dikirim ke Inggris, Westerling bergabung ke brigader Putri Irene. Spesialisasinya adalah sabotase dan peledakan, SAS (The Special Air Service) pasukan khusus Inggris yang terkenal memberikannya baret merah. Dan yang membanggakannya, ia pernah bekerja di dinas rahasia Belanda di London, pernah menjadi pengawal pribadi Lord Mountbatten, dan menjadi instruktur pasukan Belanda untuk latihan bertempur tanpa senjata dan membunuh tanpa bersuara.

Kehidupan yang tenang di barak, yang hanya diisi dengan latihan ternyata sangat menjemukan bagi Westerling, dia ingin merasakan keramaian perang. Keinginannya ikut perang kesampaian pada 1944, Inggris menerjunkannya ke Belgia. Dari situ ia bergerak ke Belanda Selatan. Menurut buku De Zuid-Celebes Affairs, di Belgia itulah ia kali pertama merasakan perang sesungguhnya. Tapi, menurut Westerling sendiri, dalam Westerling, ‘De Eenling’ (Westerling, Si Penyendiri), perkenalan pertamanya dengan perang terjadi di hutan-hutan Burma.

Di tengah – tengah puncak karirnya entah mengapa ia meninggalkan satuannya, pasukan elit Inggris, dan masuk menjadi anggota KNIL. Di Kolombo ia terpilih masuk ke dalam pasukan gabungan Belanda - Inggris. Pada September 1945, bersama beberapa pasukan, Westerling diterjunkan ke Medan, Sumatera Utara. Tujuannya, menyerbu kamp konsentrasi Jepang Siringo-ringo di Deli, dan membebaskan pasukan pro-Belanda yang ditawan. Ia berhasil.

Di Sumatera Utara, Westerling pernah menkoordinir orang - orang cina untuk mempentuk pasukan teror Poh An Tui (PAT). Karier militer Westerling menanjak cepat di KNIL. Awalnya, ia hanya seorang instruktur. Tak lama, di usia 27 tahun, Letnan Satu Westerling diangkat sebagai Komandan Depot Speciale Troepen (DST), Pasukan Para Khusus Belanda. Satuan inilah yang ditugaskan ke Makassar, untuk membantu Kolonel De Vries mempertahankan kekuasaan Belanda. Pada 5 Desember 1946, ia tiba di Makassar. Tidak butuh waktu lama bagi satuan ini, untuk menebar teror di sana, perkampungan dikepung kemudian di mortir, yang lari ditangkap kemudian dibunuh atau tembak ditempat.

“Semua orang kampung, juga perempuan dan anak-anak, dikumpulkan dan ditembaki satu per satu. Saya pura-pura mati dan menjatuhkan diri di antara timbunan mayat berlumuran darah Saya tidak berani bergerak sebelum merasa yakin, Westerling dan pasukannya itu benar-benar telah pergi jauh”. Begitulah kesaksian seorang penduduk di Makassar atas aksi kekejaman Westerling.

Westerling banyak melakukan pembantaian di Indonesia. Untuk Sulawesi Selatan sendiri Westerling membantai mulai dari Kota Makassar, Kabupaten Barru, Parepare, Pinrang, Sidrap, dan Enrekang mulai dari Desember 1946 sampai Febuari 1947. 40.000 Korban jiwa selama hanya 3 bulan aksinya di Sulawesi Selatan. Nyaris semua kesaksian, baik pihak Indonesia maupun pihak Belanda sendiri membenarkan bagaimana kejinya kekejaman Westerling. Dia adalah prajurit yang sangat mudah membunuh seseorang, tanpa alasan jelas. Seperti menginjak semut saja. Itu belum terhitung menyiksa tawanan secara tidak berperikemanusiaan.

Harian “De Waarheid” di Belanda menurunkan berita bulan Juli tahun 1947, isinya tentang kekejaman Westerling yang dinilai sama dengan kekejaman pasukan Jerman di PD II. Kemudian harian “Vrij Nederland” Juli 1947, juga merinci bagaimana kekejaman Westerling. Misalnya menyuruh dua tawanan bertarung. Lalu yang kalah ditembak mati. Termasuk mengeksekusi orang-orang tak bersalah di depan umum. Maksudnya untuk menakut-nakuti penduduk lain agar mereka mau buka mulut tentang persembunyian gerilyawan.

Situasi perang kadang membuat seorang prajurit mesti bertindak “saya yang mati atau kamu yang mati”. Sehingga mau tidak mau, kadang mesti membunuh. Namun itu tidak berarti prajurit tidak pakai aturan dan diperbolehkan membunuh sesuka hati. Tetap ada aturannya. Jika tidak, maka bisa kena tuduhan melakukan pelanggaran HAM.


Angkatan Perang Ratu Adil

Bicara menjagal manusia Westerling memang sangat berbakat. Untuk menyalurkan “hobinya” menumpahkan darah, Westerling membentuk APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) di Bandung.
Dia membentuk APRA dalam posisi sebagai orang sipil biasa, karena jabatannya di KNIL telah dicopot oleh Jenderal Simon Spoor pada November 1948.

Berkerja sama dengan Darul Islam Jawa Barat pada tahun 1950, Westerling bersama organisasinya APRA, mengadakan kudeta untuk mendirikan Negara Pasundan yang dikenal dengan peristiwa “kudeta 23 Januari”. Pada saat itu APRA menembaki setiap TNI yang ditemui. Sebanyak 79 Personil pasukan Siliwangi dan enam penduduk sipil gugur. Tapi kudeta itu berhasil digagalkan oleh Pasukan TNI dan disebabkan juga oleh banyaknya desertir di APRA. Pemerintah dan Militer belanda, membantah jika dikatakan mendukung kudeta tersebut.

Pada saat proses pengejaran Westerling oleh beberapa staff TNI di pelabuhan II Tanjung Priok Febuari 1950, terjadi sergapan oleh pihak Westerling yang menyebabkan terlukanya 2 anggota TNI pada saat itu. Sedangkan Westerling sendiri sudah terbang menggunakan pesawat Catalina ke singapura. Di negara ini, Westerling sempat ditahan tentara Inggris tapi pada akhirnya ia bisa kembali juga ke Belanda di bulan agustus pada tahun yang sama.

Perjalanan sang penjagal ini memang penuh dengan darah yang mengalir, tapi pada akhirnya kehidupan dia berakhir bukan di medan perang, tapi oleh sebuah tulisan dari sejarawan De Jong yang membuka masa lalunya dan membuat penyakit jantungnya kambuh dan akhirnya meninggal karena serangan jantung.

Anthony Reid : Revolusi Sosial di Sumatera Timur


Siapakah Anthony Reid ? Beliau adalah seorang Indonesianis terkemuka yang namanya bisa disejajarkan dengan Ben Anderson, William Liddie atau Herber Feith. Diantara sekian banyak Indonesianis bisa dikatakan Anthony Reid merupakan yang paling aktif menulis tentang sejarah republik ini. Study-nya yang banyak tentang revolusi negeri ini banyak dijadikan sebagai literatur oleh intelektualis negeri ini. Dan untuk kali ini akan dibahas salah satu tulisan beliau tentang revolusi sosial di Sumatera Timur yang terangkum dalam buku Perjuangan Rakyat: Revolusi dan Hancurnya Kerajaan Sumatera.



Di Sumatera Timur pernah terjadi gerakan sosial yang merupakan gerakan dari kelompok yang bertujuan untuk mengubah, mengganti dan menghapus hal - hal yang kurang sesuai dengan tata sosial suatu masyarakat. Peristiwa tersebut digerakan oleh Persatuan Perjuangan atau Volksfront yang merupakan aliansi berbagai macam organisasi perjuangan di Sumatera timur. Sumatera Timur sendiri merupakan kampung halaman dari etnis Melayu, Batak Karo, dan Batak Simalungun wilayahnya terbentang dari perbatasan Aceh (Tamiang) hingga Siak.



Wilayah Sumatera Timur


Tiga Kesultanan penting pernah ada di Sumatera Timur. Deli, Serdang, dan Langkat pernah mengalami masa kejayaan mereka dengan penompang ekonomi utama perkebunan Tembakau. Berkembangnya perekonomian di Sumatera Timur mengakibatkan perubahan sosial, budaya, dan politik yang sangat signifikan di wilayah ini. Migrasi besar – besaran terjadi di Sumatera Timur, mulai dari kuli – kuli perkebunan hingga para pedagang yang berdatangan dari dalam bahkan luar Indonesia. Heterogenitas penduduk yang terjadi di Sumatera Timur merupakan muara dari konflik yang akan terjadi kemudian, karena para pendatang ini memiliki kepentingan ekonomi dan politik yang berbeda dari penduduk asli.

Gerakan Sosial Maret 1946

Seperti yang dikatakan sebelumnya, bahwa gerakan di Sumatera Timur bertujuan untuk mengubah tata sosial di daerah tersebut dimana gerakan tersebut digerakan oleh Volksfront yang pejabat terasnya adalah pemimpin – pemimpin dari Gerindo, PKI, dan PNI atau pemuda – pemuda radikan yang pro republik. Masa antara 1945 – 1947 merupakan masa-masa dimana jargon nasionalisme, anti feodalisme dan imperialisme sangat mudah ditemukan dimana – dimana di negara ini.

Pada masa pendudukan Jepang di negeri ini nasionalisme berkembang pesat, karena Jepang cukup toleran tentang sesuatu yang bersifat Indonesia. Setelah hengkangnya Jepang, terjadi kekosongan kekuasaan di Sumatera Timur, dimana kabar tentang proklamasi baru terdengar oktober. Keadaan yang mengambang ini menjadi celah untuk terjadinya pergolakan, tidak adanya pemimpin tunggal karena baik para sultan, pemimpin organisasi atau tokoh masyarakat merasa berhak atas kekuasaan.

Pada kondisi itu pula, terjadi polarisasi pendapat tentang nasib Sumatera Timur selanjutnya. Mulai muncul Opini di kalangan masyarakat bahwa belanda akan kembali dan bahkan sudah dibentuk panitia untuk penyambutannya yang diprakrasai oleh para Sultan. Datangnya sekutu menambah panas suasana dan suhu politik di Sumatera Timur. Hal ini karena keberpihakkan aristokrat Melayu kepada sekutu. Mereka memandang bahwa jatuhnya Jepang merupakan celah untuk kembali menjalankan pemerintah feodal-serta hak milik dan penghasilan perkebunan yang mereka terima sebelum perang. Hal ini membuat aristokrat Melayu semakin menjauhkan diri dari republik. Di pihak lain, dalam kubu pendukung republik terjadi perpecahan. Pihak moderat lebih mengutamakan pendekatan kooperatif untuk bisa membujuk aristokrat Melayu. Sedangkan pihak radikal lebih mengutamakan jalan kekerasan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pihak radikal banyak didukung oleh sebagian besar golongan pemuda.

3 Maret 1946 di Tanjung Balai Asahan telah berkumpul ribuan massa, mereka mendengar bahwa belanda akan kembali dan mendarat melalui Tanjung Balai. Namun kerumunan massa tersebut berhaluan arah mengepung istana sultan Asahan dan kemudian menyerbu istana tersebut. Hal – hal yang bersifat vandalistik seperti pembunuhan dan tindak kekerasan lainnya terjadi karena kepincangan sistem, dendam, sakit hati, dan kebencian terhadap feodalisme yang mengakibatkan seluruh bangsawan melayu pria menjadi korban di keesokan harinya. Total 140 orang menjadi korban.




Amir Hamzah, Salah Satu Korban di Langkat

Di Tanjung balai dan Tanjung Pasir, hari itu hampir seluruh bangsawan terbunuh. Seluruh Sumatera Timur benar – benar bergejolak. Di Simalungun, Raja Pane dan keluarga terbunuh, begitu pula yang terjadi di Tanah Karo dan Deli. Sedangkan untuk Serdang dan Langkat yang dalam sejarahnya anti belanda tidak terlalu dibenci masyarakat, dan juga mereka terlindungi karena ada markas TRI (Tentara Rakyat Indonesia) di perbaungan. Selain itu istana Sultan
Deli terlindung karena adanya benteng pertahanan tentara sekutu di Medan sedangkan istana Langkat juga terlalu kuat untuk diserbu.

Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Written By Unknown on Tuesday, August 13, 2013 | 11:06 AM

Gak kerasa Idul Fitri dah lewat, dan sebentar lagi kita bakal rame - rame dalam nuansa hari kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan gak akan lepas dengan sebuah teks proklamasi, dan disini gw share isi teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

langsung aja, ini dia isi Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia :

Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.

gw yakin banget, banyak dari kalian yang gak hafal isi Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, maka dari itu gw bantu share disini, sekedar mengingatkan saja.

Ditemukan Bukti Langka Kehidupan Manusia Purba Pada Proyek Crossrail di Inggris

Written By Unknown on Monday, August 12, 2013 | 12:48 PM


Arkeolog menemukan bukti langka yang menunjukkan adanya kehidupan manusia di Sungai Thames, Inggris, pada 9.000 tahun Sebelum Masehi.


Bukti ini ditemukan dalam penggalian yang dimaksudkan untuk pembangunan proyek jaringan kereta Crossrail.

Para penggali menemukan sebuah tempat pembuatan peralatan dari jaman mesolitikum yang terdiri dari 150 potongan batu api di tempat penggalian di Woolwich.

Arkeolog mengatakan manusia masa prasejarah di London menggunakan situs ini untuk mempersiapkan bebatuan dari sungai yang kemudian dibuat menjadi peralatan batu.

Selain peralatan dari jaman mesolitikum, koin emas juga ditemukan di situs penggalian di Jalan Liverpool.

Arkeolog mengatakan bahwa koin emas dari abad ke-16 ini umumnya dipakai sebagai payet atau liontin, mirip dengan yang dipakai oleh bangsawan kaya dan anggota keluarga kerajaan.

Mereka bingung mengenai bagaimana barang berharga dan mahal seperti ini bisa berada di wilayah yang pada waktu itu termasuk daerah yang kekurangan.

Masih di Jalan Liverpool, mereka juga menemukan sebuah jalan yang dibuat pada masa Romawi -lengkap dengan lengkap dengan tulang-belulang manusia yang ditemukan di fondasi jalan itu.

Pada tahun depan, para arkeolog akan mulai menggali sekitar 3.000 tengkorang dari area pekuburan abad ke-17 di Bedlam, dekat Jalan Liverpool.

Sebelumnya, para arkeolog juga menemukanKlik benda yang ditaksir berusia 2.000 tahun di tengah kota London.

'Lokasi yang sangat penting'

Para arkeolog berharap bahwa ketika mereka mulai penggalian skala besar untuk memindahkan kerangka tersebut, mereka juga akan menemukan lebih banyak jalan peninggalan Romawi, bersama dengan fondasi bangunan Romawi yang berdiri di sampingnya.

Berdasarkan penemuan peralatan bersejarah itu, pemimpin arkeolog dari Crossrail, Jay Carver, mengatakan: "Sangat unik dan menarik bisa mengungkapkan bukti manusia kembali hidup di Inggris dan khususnya Lembah Thames setelah absen dalam waktu lama selama Zaman Es.

"Ini adalah salah satu dari beberapa situs arkeologi yang menegaskan manusia hidup di Lembah Thames saat ini.

"Konsentrasi potongan batu menunjukkan bahwa ini adalah lokasi yang sangat penting untuk sumber bahan baku untuk membuat alat-alat yang digunakan oleh penduduk masa awal London yang hidup dan berburu di pulau-pulau di muara sungai Thames."

Mulai tahun 2018, Crossrail akan menghubungkan wilayah-wilayah seperti Maidenhead, Berkshire, di sebelah barat ke Shenfield, Essex, dan Abbey Wood, di wilayah timur London.

Sumber : BBC

Sejarah Hamburger

Written By Unknown on Monday, July 22, 2013 | 10:52 AM

Hamburger, kebanyakan orang pastinya sudah pernah makan makanan ini karena selain cukup mudah ditemukan dimanapun, harganya juga cukup variatif dari yg cukup mahal sampe merakyat.

Tapi siapa sih yang pernah berpikir atau mencari tau tentang sejarah makanan ini ? tadi kebetulan gw iseng lagi buka - buka gourmet.com dan menemukan artikel tentang sejarah Hamburger, dan karena gw rasa artikel ini cukup menarik, yah gw share aja yah disini.



Hamburger, selama ini kebanyakan orang berasumsi bahwa makanan ini berasal dari Amerika Serikat, asumsi ini muncul karena orang melihat menjamurnya fastfood di negara tersebut yang menjual Hamburger yang bahkan fastfood - fastfood tersebut sampai ekspan ke negara kita, contohnya Mc Donald, Burgerking, atau Wendys.

Tapi ternyata Hamburger pertama kali muncul bukan berasal dari sana, tapi dari daerah Mongol. Pada sekitar abad 13 bangsa mongol ketika pergi berperang, tentara - tentara mereka seringkali membawa daging domba mentah yang sudah dikeringkan untuk dijadikan perbekalan mereka. Dimana nantinya daging - daging tersebut akan dimakan bersama roti yang baru dibuat oleh pihak logistik.

Sedangkan untuk praktik hamburger seperti yang sering kita makan sekarang, pertama kali dipopulerkan oleh orang Jerman pada Abad ke 18. Entah siapa yang memulai pada waktu itu orang Jerman suka sekali memakan daging cincang atau daging giling dalam bentuk patty, nah karena kebetulan trend makanan tersebut pertama kali populer di kota Hamburg, makanan tersebut sering disebut menjadi Hamburger.

Kenapa Hamburger bisa populer sekali di Amerika Serikat ? mulai abad 19, banyak sekali imigran Eropa yang pindah ke Amerika, mereka inilah yang kemudian membawa Hamburger ke Amerika. Dan menurut gourmet.com restoran Hamburger pertama kali di Amerika berada di kota New York dan didirikan pada tahun 1830.


sebenarnya masih banyak yang dibahas oleh gourmet.com terkait hamburger mulai dari sejarahnya sampai restoran dan koki terkenal dalam pembuatan Hamburger di Amerika. Cuma point yang membuat gw tertarik untuk gw share hanya sekedar sejarah Hamburger itu sendiri. Semoga dengan Artikel ini, kalian bisa tau sejarah Hamburger.


Majalah JasMerah (majalah digital tentang Sejarah pertama di Indonesia)

Written By Unknown on Wednesday, June 26, 2013 | 10:04 AM

Majalah JasMerah, Asing Mendengar nama majalah ini ?

Kemarin 25 Juni 2013, telah terbit majalah digital baru dengan topik-topik seputar Sejarah dan Xenology, digarap oleh kaskuser - kaskuser yang biasa aktif di forum Sejarah dan Xenology Kaskus. Majalah tersebut bernama JasMerah dikutip dari omongan Presiden pertama kita Ir.Sukarno yang mengatakan JasMerah "Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah". Dan Rencananya majalah ini akan terbit setiap 2 Bulan sekali, jadi untuk edisi keduanya silahkan tunggu bulan Agustus nanti.

untuk edisi pertamanya sendiri JasMerah mengangkat Topik utama tentang Sukarno, Seorang Tokoh Utama dibalik berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Yang ingin mendownload Majalah Digital JasMerah bisa di download di sini


Soekarno Dan Para Sahabat

Written By Unknown on Wednesday, June 19, 2013 | 8:19 AM


Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia, Seorang revolusioner yang sangat anti dengan kolonialisme. Sesosok Pria dengan kharisma yang luar biasa, bukan hanya kepada wanita bahkan juga kepada Pria lainnya yang memimpin sebuah negara. Terbukti Soekarno Memiliki banyak sekali sahabat yang merupakan pemimpin negara, mulai dari presiden AS John F Kennedy hingga Nikita Kruschev pemimpin USSR, negara komunis terbesar saat itu.  Soekarno melakukan pendekatan pendekatan dengan negara - negara lainya untuk mewujudkan cita citanya agar Indonesia bisa setara dengan negara negara besar di dunia. 



Beberapa orang sahabat yang merupakan pemimpin sebuah negara, ialah :

Josep Broz Tito

Presiden Yugoslavia Josep Broz Tito tak bisa dipisahkan dari deretan sahabat kental Soekarno. Pada tahun 1950an, mereka dikenal sebagai Kelompok Lima Netral. Kelompok lima ini beranggotakan Presiden RI Soekarno, Perdana Menteri India Nehru, Presiden Ghana Kwame Nkrumah, Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, dan Presiden Yugoslavia Josep Broz Tito.
Bisa dilihat pada usia belia dulu, Indonesia bisa ikut menentukan langkah politik dunia yang terbagi atas Blok Barat dan Blok Timur. Kelompok Lima Netral ini tak mau memilih salah satu blok. Mereka memilih menggalang kekuatan di kalangan negara-negara dunia ketiga.
Karena keperluan Nonblok itu pula Soekarno sering menemui Josep Broz. Jika Soekarno datang, Josep Broz akan mengajak Soekarno ke night club paling mewah di Beogard. Mereka akan berdiskusi santai soal peta geopolitik dunia sampai pagi.
Hebatnya, walau di night club, Soekarno tak mau menenggak alkohol setetes pun. Dia selalu minta air jeruk saat mau toast. Broz Tito pun tahu kebiasaan sahabatnya itu.


Pandit Jawaharlal Nehru

Jawaharlal Nehru Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru adalah salah satu orang yang paling berjasa di awal kemerdekaan Indonesia. Saat Belanda memblokade wilayah Indonesia dari luar, India membantu mengirimkan obat-obatan dan berbagai bantuan lain untuk perjuangan Indonesia. Soekarno dan Nehru berteman baik. Keduanya sama-sama founding father atau bapak bangsa bagi negaranya masing-masing. Nehru dan Soekarno sama-sama ingin menciptakan Asia yang bebas dari kolonialisme. Saat perayaan kemerdekaan India yang pertama, tanggal 26 Januari 1950, Soekarno hadir sebagai tamu kehormatan. Pada Nehru dan rakyat India, Soekarno mengucapkan terimakasih dan salam persaudaraan dari seluruh rakyat Indonesia. Tahun 1955 saat konferensi Asia Afrika, keduanya berdiri dalam satu mobil yang sama dan melambai pada rakyat Indonesia. Soekarno pernah menulis surat pada Nehru yang sangat isinya mengharukan. “India dan rakyatnya terikat erat pada kami dengan darah dan kebudayaan. Hubungan ini telah terjalin dari awal tercatatnya sejarah. Kata India juga akan selalu ada dalam hidup kami. Sebagian kata itu merupakan rangkaian huruf pertama yang kami pilih untuk menamai bangsa dan negara ini,” kata Soekarno. 

Gamal Abdul Nasser

Gamal Abdul Nasser Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser dan Soekarno pun berteman akrab. Keduanya adalah tokoh gerakan Nonblok yang sama-sama punya mimpi mewujudkan negara-negara Asia dan Afrika agar tidak terus dijajah bangsa Eropa dan Amerika. Soekarno berkali-kali mengunjungi Mesir. Karena Nasser pula masyarakat Mesir sangat menghormati Soekarno. Karena itu ada kebun mangga Soekarno di Ismailia. Bibit mangga itu konon merupakan hadiah Soekarno untuk rakyat Mesir. Ada pula istilah kopiah Soekarno untuk menyebut peci hitam yang mirip dengan kopiah Soekarno. Bahkan ada jalan Ahmed Soekarno di Kairo. Soekarno dan Nasser pernah sama-sama khusyuk berdoa di Masjid Al Azhar, Kairo. Hingga kini, ribuan mahasiswa Indonesia mendapat beasiswa di universitas Islam tertua itu. 

Bagi mereka, Presiden Soekarno ibarat pepatah “gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang.” Bung Karno dikenang dengan nama Ahmad Soekarno.

 Ada sebuah cerita dari seorang dubes RI di mesir AM Fachir ketika beliau bertemu dengan mantan Gubernur Sinai Utara di tahun 2011 lalu,
"O saya masih segar ingatan saya atas gambar-gambar ini, ketika itu saya masih muda melihat begitu akrabnya Presiden Ahmad Soekarno dan Presiden Nasser. Di masa itu, hubungan persahabatan Mesir dan Indonesiabegitu dekat," ungkap Gubernur Sinai Utara Murad Muafik saat menjamu makan siang Duta Besar Republik Indonesiauntuk Mesir AM Fachir, Minggu (2/1/2011) waktu setempat.

Dubes Fachir diundang bersilaturrahim dan makan siang oleh sang gubernur setelah acara penyerahan bantuan pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk warga Palestina di Rafah, perbatasan Gazadengan wilayah Mesir. Bantuan peralatan medis itu diterima Direktur Bulan Sabit Merah Palestina Wilayah Jalur Gaza Khalil Al-Foul dengan difasilitasi Ketua Bulan Sabit Merah Sinai Utara, Mesir, Jenderal (Purn) Osama Serghani.

Seusai jamuan makan, Dubes Fachir memberi kenang-kenangan kepada Muafik berupa buku Jauh di Mata Dekat di Hati: Potret Hubungan Indonesia-Mesir.

Begitu melihat gambar pelukan akrab antara mantan Presiden Soekarno dan mendiang Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser dalam buku itu, Muafik terkagum-kagum. Ingatannya menerawang masa lalu ketika dia yang masih belia menyaksikan tokoh pemimpin kedua negara tersebut bersahabat karib bahu membahu dalam mengusung gerakan antikolonialisme dan kekompakkan sesama negara dunia ketiga atau negara berkembang. Ketika itu, Presiden Soekarno dan Presiden Nasser bersama Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, Presiden Yugoslavia Joseph Broz Tito, dan Presiden Ghan Nkrumah menggalang Gerakan Non-Blok.
 

John Fitzgerald Kennedy

John Fitzgerald Kennedy Hanya satu Presiden Amerika Serikat (AS) yang berteman dengan Soekarno. Dialah Presiden John Fitzgerald Kennedy. Sebelumnya Soekarno sempat dongkol pada Presiden terdahulu AS Eisenhower karena membantu pemberontakan PRRI/Permesta di Sumatera dan Sulawesi. Soekarno mengunjungi Kennedy bulan April tahun 1961. Keduanya langsung cocok. Secara pribadi Kennedy memberikan sebuah helikopter kepresidenan untuk Soekarno. Lewat lobi itu, AS pun setuju menjual pesawat angkut C-130 Hercules untuk merebut Irian Barat dari Belanda. John F Kennedy kemudian mengutus adiknya, Jaksa Agung AS Bob Kennedy ke Indonesia dan Belanda. Bob banyak menekan Belanda untuk mau duduk di meja perundingan menyelesaikan sengketa Irian Barat. John Kennedy sudah berjani akan mengadakan kunjungan balasan ke Indonesia. Soekarno pun membangun sebuah paviliun istimewa di istana negara untuk sahabatnya itu. Sayangnya John F Kennedy keburu tewas ditembak sebelum sempat mencoba paviliun istimewa itu. 

"Kennedy berpikiran progresif. Ketika aku membicarakan masalah bantuan kami, dia mengerti. Dia setuju. Seandainya Presiden Kennedy masih hidup tentu kedua negara tak akan berseberangan sejauh ini," kata Soekarno menyesali tragedi ini dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams.

Sebagian pihak menilai pembunuhan Kennedy penuh nuansa politis. Apa hubungan Kennedy dengan penggalian emas PT Freeport?

Lisa Pease membeberkan hal itu dalam artikel berjudul 'JFK, Indonesia, CIA, and Freeport' di majalah Probe tahun 1996. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC.

Freeport ternyata sudah lama mengincar Papua. Tahun 1959, perusahaan Freeport Sulphur nyaris bangkrut karena tambang mereka di Kuba dinasionalisasi oleh Fidel Castro. Dalam artikel itu disebut berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

Di tengah kondisi perusahaan yang terancam hancur itu pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur menemui Direktur Pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen.

Gruisen bercerita dirinya menemukan laporan penelitian di Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Disebutkan tembaga di gunung ini tak perlu susah-susah digali. Ibarat kata tinggal meraup, karena tembaga berada di atas tanah.

Wilson tertarik dan mulai mengadakan survei ke Papua. Dia setengah gila kegirangan karena menemukan gunung itu tak hanya berisi tembaga tapi emas! Ya, dia menemukan gunung emas di Papua.

Tahun 1960, suasana di Papua tegang. Soekarno berusaha merebut Papua dari Belanda lewat operasi militer yang diberi nama Trikora. Freeport yang mau menjalin kerjasama dengan Belanda lewat East Borneo Company pun belingsatan. Kalau Papua jatuh ke Indonesia bisa runyam urusannya. Mereka jelas tak mau kehilangan gunung emas itu.

Wilson disebutkan berusaha meminta bantuan John F Kennedy. Tapi si Presiden AS itu malah kelihatan mendukung Soekarno. John pula yang mengirimkan adiknya Bob Kennedy untuk menekan pemerintah Belanda agar tak mempertahankan Papua. JFK juga yang mengancam Belanda akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II, terpaksa menurut.

Agaknya Belanda pun tak tahu ada gunung emas di Papua sehingga mereka menurut saja disuruh mundur oleh AS.

Kontrak Freeport pun buyar. Apalagi Soekarno selalu menolak perusahaan asing menancapkan kaki mereka di Papua. Pada perusahaan minyak asing yang sudah kadung beroperasi di Riau, Soekarno meminta jatah 60 persen untuk rakyat Indonesia.

Kekesalan mereka bertambah, Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia.

Sebutir peluru menghentikan langkah Kennedy. Kebijakan pengganti Kennedy langsung bertolak belakang. Indonesia pun makin jauh dari AS dan semakin mesra dengan Blok Timur yang berbau komunis.

Tragedi September 1965 menghancurkan Soekarno. Dia yang keras menolak modal asing, digantikan Soeharto.

Setelah dilantik, Soeharto segera meneken pengesahan Undang-undang Penanaman Modal Asing pada 1967. Freepot menjadi perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Soeharto.

Ironisnya, pemerintah Indonesia hanya dapat jatah 1 persen. Kontras sekali dengan apa yang diperjuangkan Soekarno.
Jika Soekarno dan Johf F Kennedy masih ada, Freeport tidak akan pernah ada di indonesia.
 

Fidel Castro dan Che Guevara

Fidel Castro dan Che Guevara baru memenangkan revolusi di Kuba. Pada Bulan Juni 1959, Castro mengutus Che melawat ke negara-negara Asia. Ada 14 negara yang dikunjungi Che, sebagian besar negara peserta Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Tentu Indonesia sebagai tuan rumah konferensi Asia Afrika, mendapat lawatan khusus Che. Dia menemui Presiden Soekarno di Jakarta. Keduanya berdiskusi panjang lebar soal revolusi di masing-masing negara. Keduanya cocok karena sama-sama anti imperialis. Selain berdiskusi, Che juga menjalin kerjasama di bidang ekonomi antara Indonesia dan Kuba. Che juga sempat berwisata ke Candi Borobudur. Che yang terkesan dengan Soekarno kemudian mengundang Soekarno untuk ganti berkunjung ke Kuba. Di sana Soekarno bertemu Fidel Castro. Fidel dan Soekarno langsung cocok dan menjadi sahabat. Apalagi saat itu Indonesia dan Kuba sama-sama kesal dengan Amerika Serikat (AS) yang mau ikut campur urusan dalam negeri kedua negara.

Nikita Kruschev

Nikita Kruschev Persahabatan Presiden Soekarno dan pemimpin Uni Soviet Nikita Kruschev mungkin lebih didasari latar belakang politik. Periode 1960an, Soekarno memaki-maki Amerika Serikat yang dianggap mendikte Indonesia. Bantuan dari AS dinilai tidak tulus karena AS banyak maunya. Maka saat Uni Soviet dan negara-negara Blok Timur menawarkan bantuan, Soekarno langsung menyambutnya. Walau berlatar belakang politik, hubungan keduanya cukup akrab. Soekarno menggambarkan saat itu Kruschev begitu menghargainya. Di suatu hari yang sangat dingin di Rusia, Kruschev menjemput Soekarno. Tanpa banyak bicara dia mengajak Soekarno dan memberikan pinjaman tanpa bunga untuk Indonesia. Dari Soviet pula Indonesia mendapat aneka persenjataan canggih untuk operasi militer merebut Irian Barat. Mulai dari pesawat tempur, pesawat pembom, kapal selam, kapal patroli hingga rudal anti serangan udara. Indonesia sempat menjadi negara paling kuat di Asia tahun 1960an

Mao ze dong

Sebagai Diplomat ulung sampai kini posisi Soekarno belum tergantikan. Hal ini Nampak saat beberapa kali kunjungan ataupun menerima tokoh-tokoh dunia. Dalam menghadapi tokoh dunia yang seide
Soekarno akan tampil begitu manisnya, tapi dia akan begitu garang bila menghadapi tokoh-tokoh Negara besar yang tidak memberikan rasa hormatnya kepada Indonesia.

Nah, ini adalah sekelumit pujian
Soekarno kepada Mao. Pertama, ia memuji Mao sebagai seorang pemimpin yang cerdik. Dikisakan, pada satu periode, Negeri Tirai Bambu itu terancam bahaya kelaparan. Tanaman padi, jagung, dan gandung yang ditanam para petani, terancam gagal panen.

Ancaman terhadap produksi bahan pakan negeri dengan penduduk terbesar di dunia itu, datang dari jutaan burung pipit yang hidup liar di seantero negeri. Betapa tidak, tatkala bulir-bulir padi mulai ruah, kawanan burung pipit menyerbunya habis. Pohon padi yang siap panen pun menjulang tanpa isi. Sebuah ancaman kelaparan sungguh tampak di pelupuk mata.

Mao Zedong menerapkan strategi jitu guna menuntaskan hama burung pipit di negerinya. Mao tahu, burung pipit hanya punya kemampuan terbang terus-menerus selama empat jam. Maka, pada suatu ketika, Mao memerintahkan rakyatnya yang waktu itu berjumlah 600 juta, untuk secara serentak memukul tong-tong dari bambu, mengoyak-oyak pepohonan, berteriak-teriak atau berbuat sesuatu untuk menghalau burung pipit.

Perintah Mao dipatuhi. Alhasil, suatu hari, sejak pukul lima pagi hingga jam sembilan, ratusan juta rakyat di seluruh penjuru negeri melaksanakan perintah Mao. Gaduhlah negeri itu. jam sembilan lebih 30 menit, kurang lebih, jutaan burung pipit berjatuhan, lemas menggelepar di tanah. Sontak jutaan rakyat Cina menangkap, memungut, menggoreng dan memakannya. Persoalan pun teratasi.
Soekarno sangat sering menyitir kejadian di atas dalam banyak kesempatan, di banyak negara. Tak heran jika sebagian orang yang tidak menangkap substansi, langsung menuding Soekarno berbaik-baik dengan tokoh komunis. Bahkan tidak sedikit yang menuding adanya kecenderungan Soekarno menjadi komunis.

Atas tudingan tadi,
Soekarno lewat buku yang ditulis Cindy Adams menukas, “Aku akan memuji apa yang baik, tak pandang sesuatu itu datangnya dari seorang komunis, Islam, atau seorang Hopi Indian. Akan tetapi, betapa pun, pandangan dunia luar, maka terhadap persoalan apakah aku akan menjadi komunis atau tidak, jawabnya ialah: T-I-D-A-K!”

Bahwa ia bersahabat baik dengan Moskow dan Beijing,
Soekarno bardalih karena memang kedua negara –yang kebetulan komunis– itu begitu menghormati dan mengagungkan Soekarno. Ia mengambil contoh, saat berkunjung ke Moskow, 150 orang Rusia berbaris untuk menyanyikan lagu “Indonesia Raya” sebagai penyambutan terhadap kedatangan Soekarno di lapangan terbang, Padahal Soekarno datang dengan pesawat terbang Amerika (PanAm). Atas peristiwa itu, Soekarno mengaku terharu, bahkan air matanya berlinang-linang.

Demikian pula ketika
Soekarno berkunjung ke Cina. Di Beijing, rakyat Cina menyambut kedatangan Soekarno dengan arak-arakan pawai raksasa serta tembakan penghormatan. Soekarno bahkan bisa merasakan, orang-orang yang ikut dalam rombongannya, ikut merasakan bangga. Bangga karena bangsa Indonesia yang telah diinjak-injak, kini telah mengambil tempatnya, berdiri di antara bangsa-bangsa besar.
 



 
Support : TV Series | Ekspresi2nd Kaskus | Satya Kumara
Copyright © 2013. Blog Seorang Pemuda - All Rights Reserved
Template edited by Satya Kumara Published by Blog Seorang Pemuda
Proudly powered by Blogger