Latest Post
Showing posts with label Spiritual. Show all posts
Showing posts with label Spiritual. Show all posts

Keindahan Perbedaan di SMK Muhammadiyah Morawola

Written By Unknown on Monday, July 1, 2013 | 11:29 AM

SMK Muhammadiyah Morawola, sebuah SMK Swasta berbasis Islam, dengan mayoritas siswanya yang nonmuslim. Tadi pagi gw baru baca beritanya, emang bukan berita baru sih, di JPNN sudah keluar dari tanggal 26 berita ini.

langsung saja gw share disini terkait berita tersebut.





BERBEDA itu ternyata indah. Slogan yang mengusung perdamaian ini dipraktekkan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah di Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Sekolah Islam mayoritas siswanya beragama nonmuslim.

NURHAIDAR, SIGI

HUSTIN, siswi kelas 10 SMK Muhammadiyah Marawola ini mengaku senang bisa bersekolah di sekolah swasta tersebut. Meskipun beragama Nasrani, gadis hitam manis asal Desa Bolobia, Kecamatan Kinawaro, Kabupaten Sigi ini sama sekali tidak pernah canggung belajar di lingkungan sekolah  yang memang identik dengan sekolah Islam ini.

"Suka. Teman-teman dan guru-gurunya bagus-bagus semua," katanya saat ditemui Radar Sulteng (JPNN Group), Selasa (25/6) di sela-sela acara penamatan kedua SMK Muhammadiyah ini.

Mumarike, teman sekelas Hustin juga merasakan hal yang sama. Siswi asal Desa Gumbia, Kecamatan Pinembani ini memilih bersekolah di SMK Muhammadiyah karena paling dekat dengan akses desa mereka.

Memang, rata-rata siswa Nasrani yang bersekolah di sekolah yang berdiri sejak 2009 tersebut berasal dari perkampungan di wilayah pegunungan di Kabupaten Sigi.

Hustin, dan Mumarike sendiri, tidak setiap hari pulang pergi ke rumahnya, tetapi hanya mengambil waktu pada saat akhir pekan. Selama bersekolah di SMK Muhammadiyah, keduanya mengaku tidak pernah merasa kesulitan dalam berkomunikasi atau bergaul dengan teman-teman mereka yang beragama Islam.

Proses belajar mengajar maupun aktivitas sosial lainnya berjalan sebagaimana biasanya. Itu pun dirasakan oleh siswa muslim seperti Desnawati yang merasa biasa saja dalam bergaul dengan teman-teman Nasrani di sekolahnya. Tak segan, mereka saling membantu jika ada tugas sekolah yang harus dikerjakan bersama.

Di sekolah ini, setiap anak juga mendapat kesempatan yang sama dalam mendapatkan pelajaran agama.  Meski berlabel Muhammadiyah,  setiap Jumat siswa nasrani juga mendapat kesempatan untuk mengadakan kebaktian rutin bersama. Begitu pula dalam hal pelajaran pendidikan agama.

Sama dengan pendidikan agama Islam, siswa Nasrani yang kini dididik oleh dua orang guru pendidikan agama Kristen ini juga mendapatkan pelajaran agama sekali seminggu. Mereka pun mendapat pelajaran agama Kristen sebagaimana siswa beragama Islam yang juga mendapat pelajaran agama Islam sekali seminggu.

Yang tak kalah menarik terlihat dari salah satu rutinitas yang sudah ada sejak sekolah ini berdiri. Setiap hari sebelum memasuki kelas, para siswa diwajibkan untuk mengikuti apel pagi dan siang. Mungkin terlihat lazim, tetapi yang tak biasa adalah saat prosesi doa bersama.

Doa selalu dilakukan secara bergiliran, doa yang dipimpin oleh siswa Muslim dan hari berikutnya oleh siswa Nasrani. Begitu urutannya secara bergantian. Bahkan salah satu yang mungkin menjadi pemandangan tak lazim di sekolah Muhammadiyah lainnya yakni kumandang lagu rohani kristen yang tampil sebagai pengisi acara dia acara penamatan lulusan.

Para pengurus yayasan, kepala sekolah dan guru juga sudah mengganggap itu sebagai hal yang biasa. Bahkan mereka terus mendorong para siswa untuk terus mengasah harmoni dan kebersamaan.

Ramli, Ketua Yayasan SMK Muhammadiyah yang juga sebagai salah satu sesepuh pendidik di sekolah tersebut mengatakan bahwa sejak sekolah ini didirikan pendidikan karakter sudah menjadi salah satu nilai penting yang selalu ditanamkan kepada peserta didiknya.

"Kami sudah mengamalkan pendidikan karakter sebelum pendidikan karakter digaung-gaungkan seperti sekarang ini," tandasnya.

Salah satu nilai yang ditanamkan adalah saling menghargai perbedaan dan rasa hormat antar sesama. Untuk memupuk itu, kebiasaan yang juga dilakukan setiap hari adalah kewajiban menyalami semua guru sebelum memasuki kelas. Mungkin kebiasaan ini sudah cukup jarang ditemui di sekolah-sekolah sederajat lainnya.

Soal perbedaan keyakinan yang ada pada peserta didiknya, Ramli mengatakan itu tidak pernah menjadi masalah. Baginya semuanya dianggap sama dan tidak pernah dibeda-bedakan. Justru katanya semangat Muhammadiyah itulah yang terlihat selama ini, sesuai prinsipnya "Lakum dinukum waliaddin’’ (bagimu agamamu dan bagiku agamaku.red)," katanya.

Sangat menarik, saat ini dari 153 siswa yang terdaftar 87 diantaranya adalah siswa nasrani, dan untuk sebuah sekolah yang beridentitas Islam fakta tersebut menjadi satu gambaran penting tentang bagaimana perbedaan harusnya saling menempatkan diri dan bersanding.

Ke depan, bersama pihak sekolah dengan 22 orang guru, Ramli mengatakan terus berusaha meningkatkan mutu pendidikan SMK Muhammadiyah ini, meski saat ini fasilitas yang ada belum sepenuhnya menunjang namun hal tersebut tak menyurutkan niat untuk bisa sejajar dengan sekolah-sekolah lainnya dalam hal mutu.

Jika tahun sebelumnya siswa hanya bisa memilih satu kejuruan saja yakni administrasi perkantoran, mulai tahun ini akan ada penambahan jurusan baru yakni ‘’Berpikir Ilmiah, Berahklak Mulia’’. Sementara itu, cukup menggembirakan pula bahwa di dua tahun penamatan, hasil persentase kelulusan yang diperoleh pun tidak mengecewakan.

Di tahun pertama lulus sebesar 90 persen dan tahun ini atau tahun pelulusan kedua SMK ini berhasil meraih kelulusan 100 persen. Dia berharap siswa-siswanya yang meski berasal dari kalangan orang-orang perkampungan juga harus bisa meraih apa yang mereka cita-citakan. Salah satu cita-cita yang mendominasi adalah jadi opsir gereja. Tak segan, dukungan bagi para siswa yang ingin melanjutkan ke sekolah teologia pun dilakukannya tanpa henti.

Memetik Hikmah dari Perjalanan Hidup Seorang Chow Yun Fat

Written By Unknown on Monday, June 17, 2013 | 2:16 PM






Chow Yun Fat, bintang film Hong Kong terkenal, nama yang tidak asing lagi dalam dunia perfilman Indonesia, Asia bahkan dunia. Film-film yang dibintanginya selalu sukses dan diterima antusias oleh penggemarnya. Salah satu film dia yang paling gw suka, berjudul Curse of the Golden Flower, yang beredar di Indonesia akhir Desember 2006 lalu, dimana chow main bareng Gong Li dan Jay Chou.

TAHUKAH KALIAN?
Chow Yun Fat sebelum terkenal seperti sekarang ini, pernah bekerja sebagai house keeping di hotel Miramar Hongkong. Pekerjaannya meliputi membantu membawakan koper-koper para tamu, mencuci mobil dan membantu kebutuhan service lainnya.

Suatu hari, sebuah mobil mewah Rolls-Royce berhenti di depan pintu gerbang hotel. Pengendara mobil keluar sambil memberitahu dia agar mencuci mobilnya. Chow yang saat itu belum lama lulus dari sekolah menengah, belum mengerti benar tentang lika-liku kehidupan bermasyarakat dan selama ini dia belum pernah melihat mobil mewah seperti itu. Saking terpesona dengan kemewahan dan keindahan Rolls-Royce, selesai mencuci dan membersihkan mobil, tanpa berpikir panjang lagi, Chow Yun Fat pun masuk dan duduk menikmati kenyamanan di dalam mobil tersebut.
Tanpa terduga, saat itu atasannya melintas dan melihat Chow yang sedang duduk di mobil Rolls-Royce, spontan dihampiri dan langsung dimarahi habis-habisan. "Kamu ini sedang apa haaa? Kamu ini siapa? Nggak tau derajat dan posisimu ya? Orang seperti kamu, seumur hidup tak pantas duduk di mobil Rolls-Royce tau?!!"

Bentakan ini sedemikian menyengat dan membekas dalam diri Chow. Walau dengan kepala tertunduk karena menyadari telah melanggar peraturan, tetapi saat itu sebuah tekad kuat menggelora di dada. Dia bersumpah dalam hati, "Suatu hari nanti, aku tidak hanya duduk di mobil Rolls-Royce, tetapi aku harus memiliki mobil Rolls-Royce itu!"




Lahir sebagai orang Hakka di Pulau Lamma, Hong Kong, Chow Yun Fat dibesarkan di lingkungan komunitas pertanian, tinggal di sebuah rumah tanpa listrik. Ia bangun subuh tiap paginya untuk membantu ibunya berjualan Dimsum di pinggir-pinggir jalan. Sore harinya is bekerja di sawah.

Keluarga Chow Yun Fat pindah ke Kowloon ketika ia berusia sepuluh tahun. Pada usia 17 tahun, ia keluar sekolah untuk membantu ekonomi keluarganya dengan bekerja sebagai bellboy, tukang pos, penjaja kamera dan sopir taksi.

Hidup Chow Yun Fat mulai berubah saat ia menjawab iklan di sebuah surat kabar dan surat lamarannya mengenai pelatihan aktor diterima oleh TVB, sebuah stasiun televisi lokal Hong Kong. Ia mendapatkan kesempatan untuk mulai berakting dan kemudian mendapatkan kontrak selama tiga tahun. Dengan tampangnya yang tampan dan gayanya yang santai, Chow Yun Fat tumbuh menjadi idola penonton sinetron dan menjadi wajah yang terkenal di dalam sinetron yang diekspor ke dunia internasional.

Dengan kekuatan semangat dan target hidup yang jelas, Chow Yun Fat menapaki era baru kehidupannya. Jalan terang muncul setelah dia menemukan kelebihannya dan mampu mengembangkan bakatnya sebagai seorang aktor film. Karismanya sangat luar biasa dalam memerani akting film. Film-film yang dibintanginya laku keras, seperti: A Better Tomorrow, the Bund, God of Gamblers ( di sekuel ke-2 masih ingatkah kalian, ada adegan ketika chow keluar dari sebuah Rolls-Royce dia akhir - akhir film), Crouching Tiger Hidden Dragon. Dia pun begitu laris dan terkenal sebagai aktor hebat. Sampai di undang main untuk film di Amerika, dan tentu impiannya pun terwujud yakni tidak sekedar duduk tetapi membeli mobil idamannya, Rolls-Royce! Dan sekaligus membeli mobil-mobil mewah lainnya sebagai koleksi pribadi.






Impian Jadi Kenyataan

Apa yang dialami oleh Chow Yun Fat merupakan sebuah contoh nyata bagi kita. Bahwa, gak peduli siapa pun kalian, asalkan punya impian, fokus mengembangkan talenta yang dimiliki, berusaha dan berjuang sekuat tenaga menggapai impian tersebut, aktualisasikan diri kalian secara konsisten maka jalan sukses pasti akan terbuka bagi kalian.

Maha Esa dalam SILA PERTAMA, Bukan berarti yang Maha Satu

Written By Unknown on Friday, June 7, 2013 | 3:54 PM

ESA, awamnya orang akan selalu berpikir bahwa ESA itu adalah 1.
gw pun berpikir seperti itu sampe masuk kuliah, dan ketemu dengan seorang senior di organisasi eksternal kampus, yang memberikan pencerahan bahwa ESA bukanlah EKA/1/satu.
Nah karena tiba - tiba teringat akan hal ini, gw tertarik untuk nulis tentang ESA di blog ini, ok langsung simak aja yah.


ESA




kalian pasti masih ingat Pancasila pertama ?
KETUHANAN YANG MAHA ESA

Selama ini, kata "Esa" diartikan sebagai "Satu", sehingga penafsiran Sila Pertama menjadi "Ketuhanan yang SATU".
Kemudian ditafisirkan lagi menjadi "Menyembah Tuhan yang satu"

Makanya kemudian ada orang yg bisa-bisanya bilang:

Yangg merasa bertuhankan bukan Tuhan Yang Maha Esa, silahkan OUT dari bumi Nusantara. Yang sukanya menghina-hina agama, menggoyang-goyangkan keyakinan orang akan Tuhan Yang maha Esa, silahkan OUT dari bumi nusantara.

ada yg nyembah Tuhan 3, ada yg nyembah dewa - dewa, ada lagi yg nyembah pohon atau batu..
By SI OKNUM

TAPI TERNYATA ARTI KATA ESA BUKAN SATU

Kata satu dalam bahasa sansekerta adalah EKA , bukan ESA. Lihat saja di semboyan Bhinneka Tunggal EKA. Bukan Bhinneka Tunggal ESA

Esa itu tidak sama dengan Eka.
Esa itu adalah kata ambilan dari bahasa Sanskrit yang bentuk kata bendanya adalah Etad artinya, as this, as it is or THE.

lebih simplenya gw kasih gambaran, ketika kita menyebutkan EKA atau satu, maka akan ada DWI atau dua.
tapi tidak dengan ESA, dia adalah TUNGGAL, dan TUNGGAL tidak sama dengan SATU.

Misal, kalo kita ditanya seseorang bahwa Tuhan itu Satu, bagaimana kita menjelaskan definisi satu itu? Apakah satu itu dua minus satu, tiga minus dua atau empat minus tiga? Apakah Tuhan adalah bilangan? Karena kita menjelaskan dengan menggunakan bilangan. Dalam dunia persepsi, tiap jiwa memiliki persepsi tersendiri dan eksistennya keterbatasan persepsi dalam memahami Tuhan. Kebenaran yang dimilikipun juga bersifat relatif terhadap yg lainnya. Tiap persepsi jiwa memiliki kebenaran tersendiri yang tidak dapat dielakan.

Kalau negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa itu artinya adalah mengakui bahwa segala macam yang terhadirkan apa adanya itu adalah manifestasi dari sifat Ke Maha-an Tuhan.
Artinya, bahwa semua ajaran yang ada di bumi pertiwi Nusantara ini juga adalah hadir mendunia karena kuasa Tuhan dalam manifestasi keberagamannya.

Dan Ketuhanan Yang Maha Esa artinya adalah Tuhan as it is. Tuhan dalam diriNya sendiri. Bukan "Tuhan" sebagai obyek akal kita. Tentu berbeda antara menyikapi Tuhan-as-it-is dengan Tuhan-as-obyek-akal. Kesemena-menaan dan kekerasan itu timbul karena SI OKNUM menganggap pengertian akal anda tentang Tuhan adalah Tuhan itu sendiri, sehingga mengabsolutkan pemahaman sekte SI OKNUM.

Jadi bisa kita simpulkan disini bahwa pihak yang menolak KeMaha-Esaan Tuhan adalah pihak yang semena-mena memaksakan pengertian Tuhan menurut kelompoknya sendiri, mengingkari keberagaman apa yang hadir mendunia as it is.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa itu jangan diartikan secara sempit dengan agama. Seseorang boleh dengan keyakinannya sendiri terhadap Tuhannya masing-masing. Begitulah rumusan Ir.Soekarno dalam pidato hari lahirnya Pancasila.

Kutipan Pidato Soekarno 1 Juni 1945 lahirnya Pancasila

Prinsip yang kelima hendaknya: Menyusun Indonesia Merdeka dengan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Prinsip Ketuhanan! Bukan saja bangsa Indonesia bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhannya sendiri. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al Masih, yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad s.a.w., orang Buddha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya. Tetapi marilah kita semuanya ber-Tuhan. Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa. Segenap rakyat hendaknya ber-Tuhan secara kebudayaan, yakni dengan tiada "egoisme-agama". Dan hendaknya Negara Indonesia satu Negara yang bertuhan!

Marilah kita amalkan, jalankan agama, baik Islam, maupun Kristen, dengan cara yang berkeadaban. Apakah cara yang berkeadaban itu? Ialah hormat-menghormati satu sama lain.

Nabi Muhammad s.a.w. telah memberi bukti yang cukup tentang verdraagzaamheid, tentang menghormati agama-agama lain. Nabi Isa pun telah menunjukkan verdraagzaamheid. Marilah kita di dalam Indonesia Merdeka yang kita susun ini, sesuai dengan itu, menyatakan: bahwa prinsip kelima dari pada Negara kita, ialah Ketuhanan yang berkebudayaan, Ketuanan yang berbudi pekerti yang luhur, Ketuhanan yang hormat-menghormati satu sama lain. Hatiku akan berpesta raya, jikalau saudara-saudara menyetujui bahwa Negara Indonesia Merdeka berazaskan Ketuhanan Yang Maha Esa!

Pemelintiran arti ESA menjadi SATU ini dilakukan sejak zaman orde baru. Jadi kalau liat di KBBI

esa num tunggal; satu;-- hilang, dua terbilang, pb berusaha terus dng keras hati hingga maksud tercapai; berbilang dr -- , mengaji dr alif, pb melakukan sesuatu hendaknya dr permulaan;

beresa-esaan /ber·e·sa-e·sa·an/ v 1 cak berada seorang diri saja; 2 merasa lengang;

mengesakan /meng·e·sa·kan/ v menjadikan (menganggap) satu: ~ Tuhan (mengakui bahwa Tuhan hanya satu);

keesaan /ke·e·sa·an/ n sifat yg satu: ~ Tuhan

Tulisan ini bukan tentang agama mana yang paling benar, tapi tentang sesuatu agar tidak terjadi pergesaran makna dari suatu kata yang dijadikan dasar negara.
dan tidak ada yang perlu di perdebatkan disini, take it or leave it.

Alexander, Mengabdi untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Written By Unknown on Sunday, February 3, 2013 | 12:41 PM





iseng buka2 kompas, nemu artikel menarik nih tentang seorang bapak yang menurut gw sosoknya sangat inspiratif sekali.
langsung gw share disini aja deh dengan label spiritual, kali aja dari kalian belom ada yang baca.
 ---
Sebagian orang awalnya tak keberatan menjadi guru bagi anak berkebutuhan khusus. Akan tetapi, saat menghadapi kondisi anak berkebutuhan khusus dengan berbagai keterbatasan masing-masing, sebagian dari mereka memilih mengundurkan diri. Namun, Alexander de Fretes, yang lebih dari 27 tahun mengabdi sebagai guru bagi anak berkebutuhan khusus, tetap saja merasa ada yang kurang dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Saya merasa belum sukses, masih banyak yang perlu dilakukan untuk membuat mereka mandiri,” kata Fretes, panggilan pendidik pada Pendidikan Luar Biasa Asuhan Kasih, Kupang, Nusa Tenggara Timur, ini.

Fretes, yang juga pendiri dan pemilik Yayasan Asuhan Kasih, memang memilih fokus pada pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK). Ada empat kategori ABK pada tingkat SD, SMP, dan SMA Asuhan Kasih, yakni tunanetra, tunarungu, tunagrahita (seperti lambat belajar, lambat bicara, hiperaktif, autis, dan sindrom down), serta tunadaksa.

SDLB, SMPLB, dan SMALB itu didirikan tahun 1985 di atas lahan yang merupakan hibah dari Pemerintah Kota Kupang. Pemerintah juga membantu sejumlah kebutuhan bagi proses pendidikan di lembaga itu, termasuk bagi 40 anak yang tinggal di asrama. Tak ada iuran tertentu yang dikenakan kepada orangtua ABK.

Fretes berasal dari Kisar, Maluku. Ia lulus dari sebuah sekolah guru pendidikan luar biasa di Bandung, Jawa Barat, tahun 1969. Tahun 1970 dia membuka pendidikan khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus di rumahnya di Kupang. Sekolah itu beroperasi sampai tahun 1974.

Sekolah bagi siswa ABK itu kemudian dipindah setelah Fretes memperoleh satu ruangan khusus pada Sekolah Kepandaian Putri di Kupang tahun 1975.

Tahun 1984, dengan dukungan dana Rp 100 juta dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Fretes bisa membangun lembaga pendidikan khusus bagi ABK di NTT. Ketika itu belum ada SD, apalagi sekolah menengah luar biasa di NTT.

”Bulan Januari 1985 kami menerima 24 ABK di gedung ini, dengan empat kategori tersebut. Mereka berasal dari 15 kabupaten di NTT. Dari 24 siswa binaan ini, satu orang di antaranya telah menjadi guru di sekolah ini. Dia anak tunadaksa, kaki dan tangannya tidak normal. Tetapi, dia berhasil lulus dari Universitas PGRI Kupang,” ujar Fretes bangga.

Ditolak

Selama 27 tahun bekerja lewat lembaga Asuhan Kasih, Fretes telah membantu sekitar 7.000 ABK. Dari jumlah itu, 45 persen atau 3.150 siswa berhasil menjadi manusia mandiri. Namun, Fretes merasa apa yang dia lakukan belum maksimal.

Pasalnya, banyak kantor pemerintahan dan swasta yang masih menolak calon pekerja dengan status berkebutuhan khusus. Biasanya, begitu pihak perusahaan atau instansi melihat penampilan calon karyawan dengan kebutuhan khusus, mereka langsung menolaknya.

Meski orang dengan kebutuhan khusus telah mengantongi ijazah pendidikannya, begitu melihat yang menerbitkan ijazah pelamar itu adalah sekolah luar biasa, instansi atau perusahaan tersebut pun menolak.

”Saya tidak menuntut mereka (orang berkebutuhan khusus) menjadi orang hebat dalam masyarakat. Mereka bisa hidup mandiri, tidak bergantung pada orang sekitarnya, saja saya sudah senang. Kemandirian itu membuat mereka tidak menjadi beban bagi orang lain atau keluarganya,” kata Fretes.

Untuk memandirikan siswa, ia bersama para guru membantu ABK agar setidaknya bisa menghidupi diri sendiri. Mereka diberi pelatihan, seperti menjahit, kerja perkayuan, dan membuat sofa, jok mobil, kerajinan tenun ikat, kerajinan bambu, batako, tikar lontar, sampai membuat alat musik sasando.

”Hasil karya mereka dipamerkan pada 17 Agustus di pusat pameran Fatuleu, Kupang. Ada pula yang kami titipkan di sejumlah toko untuk dijual,” kata Fretes yang sekolahnya kini menampung 162 siswa, 40 di antaranya tinggal di asrama.

Mereka yang tinggal di asrama umumnya berasal dari luar Kupang, seperti Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Kupang. ”Mereka berasal dari keluarga tak mampu, jadi pihak sekolah tidak memungut biaya pendidikan,” ujarnya.

Pelatihan untuk guru

Dalam mengelola sekolah itu, Fretes dibantu 21 guru. Sebanyak 5 guru di antaranya berlatar pendidikan sekolah luar biasa, sedangkan 16 guru lainnya berpendidikan guru umum. Semua guru itu diberi pembinaan atau pelatihan terlebih dahulu sebelum mengajar.

Pelatihan itu penting sebagai bekal bagi guru untuk mengajar ABK. Sebab, menurut Fretes, ada kecenderungan sebagian guru memperlakukan ABK layaknya siswa di sekolah umum. Padahal, di sini siswa memerlukan pengertian dan kesabaran dari guru.

”Sudah puluhan guru yang dikirim dari kabupaten untuk mengikuti pelatihan mendampingi anak berkebutuhan khusus di sekolah ini. Tetapi, jarang sekali yang mau dan bisa bertahan. Mereka minta pulang lebih awal, bahkan dari jadwal dua pekan yang disediakan. Mereka tak cukup sabar mengajar siswa berkebutuhan khusus di sini,” ujarnya.

Sebagian guru mengaku merasa khawatir kalau mereka tak cukup sabar mengajari siswa berkebutuhan khusus.

”Masih ada anggapan negatif di kalangan masyarakat, semacam hukum karma, bila kita marah, emosi, jengkel, atau menertawakan siswa berkebutuhan khusus, kita pun bakal mendapat anak seperti itu,” katanya.

Namun, Fretes mengatakan, guru bagi siswa berkebutuhan khusus memang harus memiliki ”panggilan untuk mengabdi”. Dalam mendidik ABK, diperlukan pendekatan kasih sayang dan pengorbanan dari guru.

”Sekolah luar biasa ini tidak butuh guru-guru berkategori pintar, tetapi bagaimana semua pengetahuan yang mereka miliki terfokus pada unsur kasih sayang demi kemandirian ABK,” ujar Fretes.

Lulusan Lembaga Pendidikan Asuhan Kasih mendapat ijazah khusus sebab materi pelajaran yang diberikan di sini berbeda dengan sekolah umum. ”Kami berusaha menyampaikan pelajaran sesederhana mungkin tanpa mengganggu emosi atau keterbatasan mereka,” katanya.

”Pendidikan berlangsung secara umum di dalam kelas. Tetapi, jika ada siswa yang mampu lebih berkembang atau sebaliknya dan memerlukan pendampingan khusus, kami usahakan memenuhinya,” kata pria yang seakan tidak kenal kata putus harapan ini.

Sumber : Kompas 

Belajar dari Illuminata

Written By Unknown on Saturday, January 5, 2013 | 7:53 AM



di sini hanya akan dikutip beberapa dari buku Illuminata,,jika ingin belajar lebih banyak silahkan baca langsung dari bukunya.


ILLUMINATA Be Good Be Happy Be Mindful


Petikan Pengantar Jaya Suprana
"Andaikata semua umat beragama bisa memiliki iman dan pemahanan rohaniah seperti penulis buku ini dapat dibayangkan betapa indah kehidupan di Planet Bumi ini karena tiada paksaan dogma-dogma fundamentalis sebagai sumber kebencian, permusuhan, penganiayaan, bahkan pembinasaan yang mengerikan!"
~Jaya Suprana, Budayawan, Kelirumolog

... Renungan Kebajikan ...
Semoga aku menjadi obat bagi yang sakit.
Semoga aku menjadi makanan bagi yang kelaparan.
Semoga aku menjadi pelindung bagi yang takut.
Semoga aku menjadi suaka bagi yang dalam bahaya.
Semoga aku menjadi penyejuk bagi yang murka.
Semoga aku menjadi pemandu bagi yang tersesat.
Semoga aku menjadi bahtera bagi yang menyeberang.
Semoga aku menjadi pelita bagi yang dalam gulita.

---

ILLUMINATA 01


EMPAT ISTRI

Pada zaman dahulu, ada seorang pedagang kaya yang memiliki 4 orang istri. Dia paling mencintai istri ke-4-nya dan memanjakannya dengan berbagai fasilitas hidup yang bagus. Dia sangat penuh perhatian terhadap istri ke-4 dan selalu memberinya yang terbaik.

Dia juga sangat mencintai istri ke-3-nya. Dia sangat membanggakannya dan selalu ingin memamerkannya kepada teman-temannya. Namun demikian, sang pedagang senantiasa khawatir kalau istri ke-3 ini kabur dengan pria lain.

Dia juga mencintai istri ke-2-nya. Istri ke-2 ini adalah wanita yang penuh pengertian, penyabar, dan menjadi sandaran sang pedagang. Bilamana sang pedagang menghadapi masalah, istri ke-2 selalu datang dan membantunya memberikan jalan keluar dari masalah.

Sang istri pertama adalah wanita yang sangat setia dan telah berjasa besar dalam menjaga kekayaan dan kejayaan sang pedagang, serta mengurus rumah tangga mereka. Namun demikian, sang pedagang kurang mencintai istri pertamanya dan jarang memperhatikannya.

Suatu hari, sang pedagang jatuh sakit dan tak berapa lama dia menyadari bahwa dia akan segera meninggal. Dia teringat kehidupan mewah yang telah dijalaninya dan merenung: "Di sini aku punya 4 istri yang mencintaiku, tapi kalau aku mati... aku akan sendirian. Aku akan kesepian!"

Maka dia bertanya kepada istri ke-4, "Aku paling mencintaimu, melimpahimu dengan busana terbaik, dan mencurahkan perhatian besar kepadamu. Sebentar lagi aku akan mati, maukah kamu pergi bersamaku?" "Tidak bisa!", jawab istri ke-4 sambil bergegas meninggalkannya. Jawaban itu laksana pisau tajam yang langsung menusuk hati sang pedagang.

Pedagang yang kecewa itu lalu bertanya kepada istri ke-3-nya, "Aku mencintaimu dengan segenap hidupku, tapi aku akan mati, maukah kamu pergi bersamaku?" "Tidak mau!", jawab istri ke-3. "Hidup ini begitu indah! Aku akan menikah lagi kalau kamu sudah mati." Mendengar jawaban ini, hati sang pedagang jadi runtuh.

Dengan sedih, dia bertanya kepada istri ke-2, "Aku selalu berpaling padamu dan kamu selalu menolongku. Sekarang aku butuh pertolonganmu lagi. Kalau aku mati, maukah kamu pergi bersamaku?" "Maaf, kali ini aku tidak sanggup menolongmu," jawab istri ke-2. "Paling-paling, aku hanya bisa mengirimmu ke krematorium." Jawaban ini bagaikan halilintar dan membuat sang pedagang diam terlongong-longong...

Tiba-tiba terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu. Aku akan ikut ke mana pun kamu pergi." Sang pedagang menoleh dan dia melihat istri pertamanya. Ia begitu kurus, lemah, dan tampak kurang gizi. Sang pedagang jadi sangat terenyuh... dan meratap lirih, "Aku seharusnya memperhatikanmu selagi aku bisa..."

Demikianlah, istri ke-4 adalah ibarat tubuh kita. Tak peduli seberapa lama dan besar usaha kita untuk mempercantik tubuh, tubuh tidak akan pergi bersama kita ketika kita mati.

Istri ke-3 ibarat jabatan dan kekayaaan kita. Ketika kita mati, tidakkah mereka pergi menjadi milik orang lain? Tidakkah orang lain mengambil alih posisi kita?

Istri ke-2 adalah ibarat keluarga dan teman-teman kita. Tak peduli betapa baiknya mereka saat kita hidup, paling jauh mereka hanya akan bisa mengantar kita ke krematorium.

Istri pertama, dalam hal ini diibaratkan sebagai kesadaran atau sisi spiritual kita, yang telah kita abaikan sepanjang waktu dalam pengejaran kesenangan material dan indrawi. Padahal, justru kesadaran inilah yang merupakan satu-satunya hal yang terus bersama kita ke mana pun kita pergi.

Oleh karenanya, sudah semestinya kita mulai mengembangkan dan melatih kesadaran kita, alih-alih menunggu sampai menjelang ajal dan meratap, "Aku seharusnya memperhatikanmu selagi aku bisa..."

Be Happy!

---

ILLUMINATA 02


KERENDAHAN HATI SEMU

Kita bisa amati bahwa kerendahan hati yang semu dapat berkembang sedemikian rupa sehingga orang bisa MERASA benar-benar rendah hati. Hal ini bisa sangat menakutkan!
Kadang-kadang kita secara tidak sengaja menjadi korban hal ini... Beberapa dari kita, terkadang dituduh kurang rendah hati dan tulus. Oleh karenanya, ada orang yang belajar terlalu cepat dan terlalu keras untuk menjadi rendah hati dan tulus, tanpa PERHATIAN yang benar dan memadai.

Yang dimaksud dengan PERHATIAN yang kurang benar dan kurang memadai adalah bahwa perhatian orang semacam itu hanyalah cukup untuk menjaga pikiran dan perbuatannya terhadap orang lain. Perhatian itu BELUM menembus ke dalam pikirannya sendiri!

Ia bisa menjadi sungguh rendah hati, namun hanya dengan tujuan untuk memberikan kesan yang baik. Dan niat untuk memberikan kesan baik ini terasa seperti AKTUALISASI DIRI yang sehat, padahal ini adalah "KESOMBONGAN" yang justru merupakan hambatan bagi pengembangan spiritual. Orang menjadi tidak jujur kepada diri sendiri dan dunia tanpa menyadarinya.

Para orang bijak tidak memiliki aktualisasi diri karena mereka tidak memiliki diri (ego). Karena tidak memiliki ego, mereka bisa untuk tidak mementingkan diri sendiri. Mereka tidak perlu merendahkan hati karena pada hakikatnya mereka tidak memiliki keangkuhan untuk ditaklukkan. Namun demikian, kita melihat sosok yang menyenangkan secara alamiah dari seorang yang agung, semuanya ALAMI tanpa "perasa" maupun "pengawet", mengatasi semua pretensi dan pertentangan di dalam batin. Betul-betul damai dan menyegarkan!

Waspadalah terhadap kerendahan hati yang semu—kurangi keterpaksaan untuk menjadi rendah hati—jadilah alami!

Catatan: Dalam teori hirarki kebutuhan Maslow yang tersohor, dikatakan bahwa pemenuhan kebutuhan tertinggi seseorang adalah AKTUALISASI DIRI (self-actualization). Tidak banyak yang tahu bahwa menjelang akhir hayatnya Maslow meralat teorinya, yang mana pencapaian tertinggi seharusnya adalah MELEPASKAN DIRI (self-transcendence)—meninggalkan pemuasan keinginan diri nan tiada habis.

Be Happy!

---

ILLUMINATA 03


PELAJARAN TITANIC

Apa yang lebih berarti daripada kisah cinta dalam film Titanic, adalah bagaimana karakter yang berbeda-beda bereaksi di hadapan wajah kematian yang mendekat:

• Perancang kapal tampak merasa bersalah, ia sedih dan menyesal, merenungkan kesalahan yang telah ia buat, dan membiarkan yang lain berlari ke perahu penyelamat.
• Sang kapten tampak penuh dengan keterikatan, terjebak oleh reputasinya yang rusak dan mimpi indah pensiunnya yang hancur. Ia memegang topinya, tidak mencoba menyelamatkan diri, berdiam diri menunggu kematian. Terlalu angkuh?
• Si orang jahat sungguh tak bermoral, mencoba menyuap dan menipu untuk menyelamatkan diri sendiri.
• Sang petugas tidak sanggup lagi menahan beratnya tekanan saat mencoba menertibkan keadaan. Ia terpaksa menembak salah seorang penumpang yang tidak mau antri. Merasa menyesal dan tak berdaya, ia menembak dirinya sendiri!
• Ada juga orang-orang yang langsung terjun ke laut berenang mengejar perahu penyelamat yang sudah bergerak.
• Ada juga mereka yang berdoa dengan penuh semangat memohon pertolongan.
• Orang biasa, saling berebut untuk dapat masuk ke dalam perahu penyelamat.
• Terdapat juga mereka (seperti Jack dan Rose) yang tidak mau lepas satu sama yang lain, tapi tak peduli dengan sekitar! Betapa egoisnya cinta buta itu…
• Dan tentu saja, ada sekelompok pemain musik yang membuat sejarah dengan terus memainkan musik sampai mati di tengah orang-orang yang panik.

Jadi pertanyaannya adalah: jika Anda berada di dalam Titanic pada malam itu, Anda akan bereaksi seperti apa? Anda anggap reaksi itu tepat? Apanya yang tepat? Titanic merupakan bencana besar yang nyata. Ia merupakan satu-satunya kapal dalam sejarah yang diklaim tidak dapat tenggelam, namun ia karam dalam pelayarannya yang pertama. Apa hubungannya dengan kita?

Dari kisah nyata itu kita belajar bahwa dalam keadaan normal, setiap orang tampak baik, ramah, bersahabat, sulit untuk tahu siapa yang sebenarnya berkarakter baik atau buruk. Namun begitu krisis melanda… nah! Pada saat itulah, sifat asli setiap orang muncul! Ibarat banjir yang memunculkan semua kotoran, demikian pula kesusahan dan kemalangan akan memunculkan dengan jelas siapa yang baik dan siapa yang kurang baik. Dalam keadaan krisis, karakter asli setiap orang akan tampak lebih nyata. Ini bisa kita amati dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang di sekitar kita, termasuk diri kita sendiri.

Pelajaran penting lainnya adalah banyak di antara kita yang merasa dirinya Titanic: kita acapkali berlaku seolah kita tidak akan pernah mati. Kita merasa tidak dapat dikalahkan oleh Usia, Penyakit, dan Kematian, tak terkalahkan melawan Hukum Kesementaraan. Terselubungi oleh ilusi besar. Kesementaraan tidak untuk dibicarakan tetapi untuk dihayati sampai ke sumsum tulang. Kematian yang mendekat merupakan motivasi paling kuat bagi kita untuk mencapai keadaan yang mengatasi kematian.

Tepat pada hari kita dilahirkan, kita semua adalah Titanic yang SEDANG tenggelam, mengawali perjalan menuju kematian. Masalahnya adalah kita tidak pernah tahu seberapa banyak bagian dari kapal kehidupan kita yang masih berada di atas air. Sudahkah Anda rencanakan cara menyelamatkan diri? Bagaimana caranya Anda akan keluar dari kapal itu? Ada sebuah pepatah kuno di India:

”Hal yang paling menakjubkan di dunia ini adalah kita semua hidup seolah-olah kita masih akan hidup besok pagi.”

Pada suatu hari nanti, kita tidak akan hidup lagi dan bagian yang menakutkan adalah ‘besok’ itu bisa saja berarti betul-betul besok! Semoga kita dapat menghargai hidup ini dan sadar betapa pentingnya melampaui hidup dan mati, hari ini. Betul, sadarilah hal itu hari ini juga! Karena besok mungkin sudah terlambat.

Iya, iya, Anda sudah pernah mendengar nasihat semacam ini ribuan kali. Jadi, apakah yang ini akan menjadi satu nasihat lagi seperti yang sudah-sudah? Anda sendiri yang menentukan. Anda boleh mulai serius memikirkannya saat ini juga, atau besok???

Be Happy!

---

ILLUMINATA 04


JUNGKIR BALIK

Dalam sebuah ujaran Tiongkok, kadang-kadang kita disebut sebagai “makhluk yang jungkir balik” (dian dao zhong sheng). Mungkin terdengar lucu, tapi ungkapan itu tepat melukiskan sifat kita. Ada beberapa contoh di sini...

Kita, umat manusia kadang-kadang suka membayar agar bisa takut. Kita mencari kesenangan dengan roller-coaster yang mengerikan atau dengan film-film horor dan menganggap itu semua puncak kebahagiaan tertinggi.

Kita jatuh cinta pada orang yang betul-betul asing, seperti pada bintang film yang tak kita kenal, lupa bahwa orang-orang di sekeliling kita (yang kita anggap sudah kita kenal sampai basi) adalah justru orang yang mau mengorbankan nyawa demi kita. Betul, yang saya maksudkan adalah cinta tak terbatas dari orang tua kita yang melampaui cinta-cinta lainnya. Kita sering mengeluarkan duit untuk melihat bintang pujaan kita tanpa banyak berpikir, tapi ragu-ragu saat hendak memberi kepada orang tua kita untuk kesejahteraan mereka.

Kita makan makanan pedas, panas eksotis, membuat perut kita jungkir balik, berkeringatan seperti orang tidak waras, terengah-engah dan merasa ‘sungguh asyik’! Tatkala hal ini terjadi, upaya mendapatkan kesejukan pikiran damai jadi terlupakan! Makanan itu begitu enak—pada momen itu, lebih ‘hebat’ dari surga mana pun! Kita sering memilih pergi menyantap makanan seperti itu daripada bermeditasi atau bertenang damai!

Waktu yang mengasyikkan berarti mabuk sampai setengah mati dan muntah ke mana-mana meskipun harus pusing jungkir balik keesokan harinya.

Banyak terdapat ‘jungkir balik’ yang aneh pada diri kita semua. Sifat orang-orang yang bijaksana sebenarnya tidak terlalu berbeda dari kita, dalam arti mereka cuma orang dengan ‘posisi yang benar’. Orang yang bijaksana sangatlah membumi, realistis, dan dengan penuh pengertian mengajar kita ‘berdiri di atas kaki sendiri’.

Dengan demikian, proses pengembangan itu adalah ‘membalikkan sifat kita yang terbalik’ ke hakikat sebenarnya! Kita semua adalah orang dengan benih pencerahan yang tinggal di-jungkir-balik-kan ke keadaan yang benar! Kita adalah orang biasa atau orang yang telah cerah, tergantung bagaimana kita melihatnya. Dua sisi mata uang! Sudahkah Anda ‘berjungkir balik’? Kepada hidup baru!

Be Happy!

---

ILLUMINATA 05


YA BEGITU SAJA

Suatu hari Sang Guru kehilangan kudanya.
Temannya datang untuk menghibur.
Sang Guru berkata,
"Baik? Buruk? Aku tidak tahu. Ya begitu saja."

Suatu hari kudanya pulang beserta seekor kuda liar.
Temannya datang mengucap selamat.
Sang Guru berkata,
"Baik? Buruk? Aku tidak tahu. Ya begitu saja."

Suatu hari anak Sang Guru patah kaki jatuh dari kuda liar itu.
Temannya datang untuk menghibur.
Sang Guru berkata,
"Baik? Buruk? Aku tidak tahu. Ya begitu saja."

Suatu hari pecah perang, semua pemuda sehat harus berangkat perang.
Temannya datang mengucap selamat.
Sang Guru berkata,
"Baik? Buruk? Aku tidak tahu. Ya begitu saja."

Setelah terik datanglah hujan.
Setelah hujan datanglah terik.
Bukan baik atau bukan buruk.
Ya begitu saja.

Kita tidak semestinya terjebak dalam dualisme. Pikiran kita seolah terprogram untuk berpikir dualistik baik–buruk. Lebih jauh, kita selalu melekat pada apa yang kita ANGGAP baik.

Kalau sesuatu yang kita ANGGAP baik datang, kita katakan itu ANUGERAH, kita menyanjung, kita bersorai, kita tergelak….

Kalau sesuatu yang kita ANGGAP tidak baik datang, kita katakan itu MUSIBAH, kita merutuk, kita meratap, kita menangis….

Anugerah atau musibah, sebenarnya ya, begitu saja….
Bukan baik atau bukan buruk.
Pikiran kita sajalah yang meng-ANGGAP-nya demikian.

Masihkah kita akan "dipermainkan" oleh dualisme pikiran?
Ayolah, kita senantiasa berbahagia, dalam segala peristiwa.
Tidak ada baik, tidak ada buruk!
Ya begitu saja….

Be Happy!

---

ILLUMINATA 06


BISA MATI KAPAN SAJA

Seorang pria mendatangi Sang Guru, "Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apa pun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati saja.

"Sang Guru tersenyum, "Oh, kamu sakit." "Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, Sang Guru meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu dinamakan Alergi Hidup."

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa, dan menderita.

"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku," kata Sang Guru. "Tidak Guru, tidak! Saya sudah betul-betul bosan. Saya tidak ingin hidup," pria itu menolak tawaran sang guru.

"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?" "Ya, memang saya sudah bosan hidup." "Baiklah, kalau begitu maumu. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok petang. Besok malam kau akan mati dengan tenang."

Giliran pria itu jadi bingung. Setiap guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat hidup. Yang satu ini aneh. Ia malah menawarkan racun. Tetapi karena ia memang sudah betul-betul jemu, ia menerimanya dengan senang hati. Sesampai di rumah, ia langsung menenggak setengah botol "obat" dari Sang Guru. Dan... ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya... Begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir.

Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu." Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya dan ia tergerak untuk melakukan jalan pagi. Pulang ke rumah setengah jam kemudian, ia melihat istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istri pun merasa aneh sekali. Selama ini, mungkin aku salah, "Maafkan aku, sayang."

Di kantor, ia menyapa setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap perbedaan pendapat. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang ke rumah petang itu, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu." Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Pa, maafkan kami semua. Selama ini Papa selalu stress karena perilaku kami."

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Seketika hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum? Ia mendatangi Sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, Sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa kok. Kau sudah sembuh! Jika kau hidup dalam kekinian, jika kau hidup dengan kesadaran bahwa engkau bisa mati kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Hilangkan egomu, keangkuhanmu. Jadilah lembut, selembut air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah jalan menuju ketenangan. Itulah kunci kebahagiaan."

Pria itu mengucapkan terima kasih, lalu pulang untuk mengulangi pengalaman sehari terakhirnya. Ia terus mengalir. Kini ia selalu hidup dengan kesadaran bahwa ia bisa mati kapan saja. Itulah sebabnya, ia selalu tenang, selalu bahagia!

Tunggu. Kita semua SUDAH TAHU bahwa kita BISA MATI KAPAN SAJA. Tapi masalahnya: apakah kita SELALU SADAR bahwa kita BISA MATI KAPAN SAJA? Nah!

Be Happy!

---

ILLUMINATA 07


HATI SELUAS DUNIA

Dahulu kala, hiduplah seorang guru yang terkenal bijaksana. Pada suatu pagi, datanglah seorang pemuda dengan langkah lunglai dan rambut masai. Pemuda itu sepertinya tengah dirundung masalah. Tanpa membuang waktu, dia mengungkapkan keresahannya: impiannya gagal, karier, cinta, dan hidupnya tak pernah berakhir bahagia.

Sang Guru mendengarkannya dengan teliti dan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Dia taburkan garam itu ke dalam gelas, lalu dia aduk dengan sendok.

"Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?" pinta Sang Guru.

"Asin dan pahit, pahit sekali," jawab pemuda itu, sembari meludah ke tanah.

Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga di hutan dekat kediamannya. Kedua orang itu berjalan beriringan dalam kediaman. Sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Sang Guru lalu menaburkan segenggam garam tadi ke dalam telaga. Dengan sebilah kayu, diaduknya air telaga, membuat gelombang dan riak kecil. Setelah air telaga tenang, ia pun berkata, "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah."

Saat tamu itu selesai meneguk air telaga, Sang Guru bertanya, "Bagaimana rasanya?"

"Segar," sahut pemuda itu.

"Apakah kamu masih merasakan garam di dalam air itu?" tanya Sang Guru.

"Tidak," jawab si anak muda.

Sang Guru menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk bersimpuh di tepi telaga.

"Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan seumpama segenggam garam. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. Tetapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah atau tempat yang kita pakai. Kepahitan itu, selalu berasal dari bagaimana cara kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan atau kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang boleh kamu lakukan: lapangkanlah dadamu untuk menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Luaskan cara pandang terhadap kehidupan. Kamu akan banyak belajar dari keluasan itu."

"Hatimu anakku, adalah wadah itu. Batinmu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah hatimu seluas telaga yang mampu meredam setiap kepahitan. Hati yang seluas dunia!"

Keduanya beranjak pulang. Sang Guru masih menyimpan "segenggam garam" untuk orang-orang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan hati.

Be Happy!

---

ILLUMINATA 08


PUDING SUSU YANG BENGKOK

Hiduplah dua anak yang sangat miskin. Mereka hidup dengan meminta-minta makanan dari satu rumah ke rumah lain di desa. Satu dari mereka buta sejak lahir dan yang satu membantunya; setiap hari mereka berkeliling meminta makanan.

Suatu hari anak yang buta jatuh sakit. Temannya berkata, "Kamu istirahat saja. Aku akan carikan makanan buatmu." Lalu dia pergi.

Hari itu anak tersebut cukup beruntung, dia ditraktir oleh seseorang untuk makan puding susu yang sangat lezat. Dia belum pernah mencicipi makanan semacam ini dalam hidupnya dan dia sangat menikmatinya.

Ketika anak itu pulang menemui temannya yang buta, ia menceritakan pengalamannya, "Tadi aku ditraktir makan puding susu yang sangat lezat, tapi sayang aku tidak bisa membawakannya untukmu."

Si anak buta bertanya, "Puding susu itu seperti apa sih?"
Jawab temannya, "Oh, itu lho, putih-putih... susu itu putih."

Karena buta sejak lahir, dia tidak paham, "Putih itu apa?"
"Kamu tidak tahu putih itu seperti apa?"

"Tidak tahu."
"Putih itu kebalikannya hitam."

"Hitam? Apa itu apa hitam?"
"Ya, ampun... coba kamu pahami putih itu saja deh!"

Si anak buta tetap aja belum mengerti. Lantas temannya melihat seekor burung bangau putih dan menangkapnya. Ia menyerahkan bangau putih itu kepada temannya yang buta, "Nah, putih itu seperti ini."

Si anak buta menyentuh bangau itu, "O, aku tahu, putih itu lembut."
"Bukan! Bukan! Itu tidak ada hubungannya. Putih ya putih!"

"Tapi kamu bilang putih itu seperti bangau ini. Aku merasakan bangau ini lembut. Jadi puding susu itu lembut. Putih itu lembut."
"Bukan begitu... kamu masih keliru. Coba lagi..."

Kembali si anak buta memeriksa bangau itu, dia menyapukan tangannya dari paruh, ke leher, ke badan, sampai ke ujung ekor bangau. Akhirnya dia bersorak kegirangan, "Aah, aku tahu sekarang! Putih itu bengkok! Puding susu itu bengkok!"

Dia tidak bisa memahaminya karena dia tidak punya kemampuan untuk mengalami warna putih itu seperti apa adanya. Demikian pula halnya, jika kita tidak mengembangkan kemampuan untuk mengalami Kebenaran seperti apa adanya, maka... Kebenaran akan selalu bengkok!

Be Happy!

---

ILLUMINATA 09


RESEP DOKTER

Seseorang jatuh sakit dan berkonsultasi ke dokter. Sang dokter memeriksanya dan menuliskan resep untuknya. Orang itu sangat percaya kepada dokternya, dia pulang dan menaruh foto sang dokter di ruang doanya. Dia lalu mengambil resep dari sang dokter dan menguncarkan tulisan di dalam resep tersebut, "Pagi dua pil! Siang dua pil! Malam dua pil."

Karena begitu besar kepercayaan orang itu kepada dokternya, setiap hari selama berminggu-minggu dia terus menguncarkan isi resep itu, tetapi tetap saja resep itu tidak membantu menyembuhkan penyakitnya. Dia memutuskan untuk menemui sang dokter lagi untuk mengetahui lebih lanjut tentang resep itu. Ia bertanya kepada sang dokter, "Kenapa Dokter memberi resep ini? Bagaimana resep ini bisa menolong saya?"

Sebagai orang yang bijaksana, sang dokter menjelaskan, "Begini... ini penyakitmu, ini penyebab dari penyakitmu. Jika kamu minum obat yang saya resepkan, obat itu akan mengatasi penyebab penyakitmu. Kalau penyebab penyakitmu sudah teratasi, dengan sendirinya penyakitmu akan tersembuhkan."

Orang itu berpikir, "Wow, luar biasa! Dokterku sangat pintar! Resepnya sangat ampuh!" Dia pulang dan mulai bertikai dengan para tetangga dan temannya, "Dokterku adalah dokter terhebat! Dokter lain tidak ada gunanya!" Namun apa yang dia dapatkan? Seumur hidup mungkin saja dia terus bertikai, tetapi tetap saja ia tidak tertolong. Hanya dengan meminum obatnya, orang itu akan tersembuhkan dari penyakitnya, dari penderitaannya.

Orang yang tercerahkan itu bagaikan dokter. Atas dasar belas kasih, ia memberikan resep berisi nasihat kepada orang-orang mengenai cara untuk membebaskan diri mereka dari penderitaan. Jika orang mengembangkan keimanan membuta kepada orang bijak tersebut, mereka mengubah resep itu menjadi ayat suci dan mulai bertikai dengan aliran lain, menyatakan bahwa ajaran pendiri aliran mereka lebih hebat. Namun demikian, tak ada yang sadar untuk mempraktikkan apa yang diajarkan, untuk meminum obat yang diresepkan agar terbebas dari penderitaan.

Memiliki keyakinan kepada dokter itu bermanfaat kalau memang bisa mendorong pasien untuk mengikuti nasihatnya. Memahami cara kerja obat juga bermanfaat jika itu bisa mendorong pasien untuk meminum obatnya. Tanpa benar-benar meminum obatnya, mana bisa sembuh dari penyakit? Anda harus meminum sendiri obatnya.

Be Happy!

---

ILLUMINATA 10


CARA MENGAJAR TERBAIK

Hiduplah seorang guru yang bijaksana, guru tersebut memiliki beberapa orang murid, salah satu di antara muridnya ada yang gagu. Suatu hari sang guru menyuruh muridnya yang gagu untuk turun gunung.

Sang guru berkata, "Besok, turun gununglah dan sebarkanlah ajaran Kebenaran yang telah kubabarkan kepada semua orang."

Muridnya yang gagu itu merasa rendah diri dan segera menulis di atas kertas, "Maafkan saya Guru, bagaimana mungkin saya dapat menyebarkan ajaran Guru, saya ini kan gagu. Mengapa Guru tidak menyuruh murid lain saja yang tentu mampu membabarkan ajaran Guru dengan lebih baik?"

Sang Guru tersenyum dan meminta muridnya merasakan sebiji anggur yang diberikan olehnya. "Anggur ini manis sekali," tulis muridnya.

Sang Guru kembali memberikan sebiji anggur yang lain. "Anggur ini masam sekali," tulis muridnya.

Kemudian Gurunya melakukan hal yang sama pada seekor burung beo. Biarpun diberi anggur yang manis maupun masam beo itu tetap saja mengoceh, "Masam... masam...."

Sang Guru menjelaskan pada muridnya,

"Kebenaran bukanlah untuk dihafal, bukan pula cuma untuk dipelajari, tapi yang terutama adalah untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Cacat tubuh yang kita miliki janganlah menjadi rintangan dalam mengembangkan batin kita. Kita jangan seperti sebuah sendok yang penuh dengan madu, tapi tidak pernah mengetahui manisnya madu itu. Kita jangan seperti beo yang pintar mengoceh, tapi tidak mengerti apa yang diocehkannya.

Engkau memang tidak mampu berbicara dengan baik, tapi bukankah engkau bisa menyebarkan Kebenaran dengan cara-cara lain, misalnya menulis buku? Dan yang lebih penting, bukankah perilaku kamu yang sesuai dengan Kebenaran akan menjadi panutan bagi yang lain?"

Itulah cara mengajar yang terbaik: teladankan Kebenaran dalam perilakumu, bukan cuma dalam omonganmu....

Be Happy!




Hikayat Kotoran Sapi

Written By Unknown on Wednesday, January 2, 2013 | 9:52 AM

Saya ingin sharing cerita ttg hikayat kotoran sapi, semoga dari cerita ini kita dapat mengambil hikmah dan manfaatnya.

Langit penuh. Ditumpahkannya pelan-pelan, gerimis dari perutnya yang buncit. Udara membeku, membuat sang surya enggan beranjak dari peraduannya. Aku suka pagi seperti ini. Bau sawah dengan wangi padi yang mulai menguning. Tak sabar rasanya melihat wajah gembira pemiliknya ketika masa panen tiba.

Aku menggeliat malas. Dingin membuatku menarik kembali selimut coklatku. Aih…tiba-tiba aku merasa ada yang menginjak kepalaku. Kudongakkan kepala, Tono anak manusia itu mengeluh gaduh. “ Sial..aku menginjak kotoran sapi,” Dia mulai mencaci dan mengata-ngataiku. Aku memandangnya sendu. Kuusap kepalaku yang sedikit botak karena sebagian rambutku menempel erat di kakinya.

Aku menerawang pilu. Mengapa banyak orang meremehkanku. Taukah kawan aku punya suatu rahasia, baiklah akan aku ceritakan kepadamu tentang diriku yang sebenarnya. Aku memang hanyalah berasal dari ilalang, temanku bekatul dan saudaraku air comberan. Kami berkolaborasi dan akhirnya sukses masuk ke dalam tubuh sapi. Kalau ingat bagaimana perlakuan sapi kepada kami, aku jadi tak ingin masuk ke tubuhnya lagi. Tubuhnya hangat memang, tapi kami ditendang ke sana kemari oleh ususnya. Banyak prajurit-prajurit mikroba dan enzim-enzim yang dikeluarkan sehingga kami menjadi hitam legam seperti ini. Dan lihatlah, badanku menjadi bau busuk karena fermentasi.

Awalnya aku menyesal akan takdirku. Tetapi Tuhan berkehendak lain. Aku malah disayang oleh majikankku. Dipakainya aku sebagai pupuk tanaman. Mereka yakin aku mempunyai sifat dermawan, sehingga jika dekat denganku tanaman-tanaman itu tak akan kurang makan. Kadangkala, ketika majikanku tak punya uang aku digadaikan ke pasar demi beberapa lembar uang ribuan.

Aku ikhlas. Malah senang. Lalu di suatu pagi ada seseorang peneliti dari kota memakaiku untuk menghidupkan kompor rumahnya. Awalnya aku tak yakin akan bisa, tapi setelah ku coba. Ternyata aku mampu. Hebat, ternyata Tuhan memberikan banyak mukjizat untukku. Sejak saat itu aku aku sering digunakan dan dikenal dengan sebutan Biogas.

Hari demi hari berlalau, sebuah lembaga di Jakarta mengubah biogasku menjadi inovasi yang lebih baru. Sumber listrik!! Aku dikenal sebagai bioelektrik. Bahkan aku juga sempat menggantikan solar jika dia mulai kelelahan. Senangnya bisa memberi penerangan di tengah gulita malam.

Dan tak habis sampai di situ kawan. Tahun 2009 ada sekelompok mahasiswa yang menggunakanku sebagai bahan pembuatan batu bata. Tambah lagi deh gelarku, EcoFaeBrick. Begitulah mereka menamaiku. Senang tak terkira hatiku, bahwa ternyata EcoFaeBrick 20% lebih ringan dan 20% lebih kuat dibanding batu bata dari tanah liat.

Aku bersyukur rasanya. Ternyata ada banyak hikmah dibalik hitamnya diriku. Busuk dan lembeknya badanku. Tuhan memang Maha Kuasa. Nah, kawanku manusia. Sekarang aku tanyakan kepadamu, bisa-bisanya engkau mencaciku. Sudahkah engkau bercermin? Apa yang bisa kau lakukan untuk orang lain? Seberapakah berharganya engkau di mata mereka? Jangan-jangan engkau kalah berharga dibanding diriku ini, seonggok kotoran sapi.

Hikmah dari cerita diatas adalah Jangan memandang rendah dan remeh orang lain, hanya karena tak lebih pintar, tak lebih kaya, tak lebih beruntung, dan tak mempunyai pangkat sepertimu. Kadangkala di mata Tuhan, batubara yang legam terlihat lebih berkilau dibanding dengan permata yang mahal harganya.

10 Renungan Tuk Yang Ngebet Poligami


 Illustrasi

10 Renungan Tuk Yg Ngebet Poligami

  1. Tentu poligami mrpkn syari'at yg mulia, karena memperhatikan maslahat umum, meskipun mengakibatkan kezoliman akan tetapi bersifat individual yaitu trhdp istri pertama. Bukankah istri ke2, ke3, dan ke4 mendapatkan kemaslahatan?
  2. Tdk semua peminat poligami bisa menjalankannya..., bagi seseorang yg tdk adil, maka akan dipermalukan oleh Allah pada hari kiamat dgn menjadikan badannya miring. Tdk malukah anda jika ternyata anda dipermalukan dan dibongkar aibnya dihadapan khalayak??. Adapun yg mampu maka badannya tegak lurus dan PeDe !!
  3. Jika utk menikahi istri yg pertama syari'at mempertimbangkan kemampuan ekonomi, bagaimana lagi untuk yg ke2,ke3,dan ke4??. Mungkin ada yg nyeletuk, "Para sahabat miskin aja poligami?". Memang benar..., jika anda bertakwa, berusaha, bertawakkal sbgmn para sahabat maka silahkan...
  4. Jika anda ingin poligami karena ingin menjaga pandangan atau agar bisa terhindar dari zina, maka itu tujuan yg diperbolehkan, maka tdk perlu anda mengatakan : "Saya poligami bukan krn syahwat, tapi ingin menjalankan sunnah Nabi". Kalau syahwat tdk punya peran knp tdk mencari janda yg tua sekalian? Kan lbh banyak pahalanya !!
  5. Islam dibangun atas menimbang antar maslahat &mudhorot;. Karenanya perlu persiapan matang dan lama untuk berpoligami. Coba timbang2, apakah setelah poligami anda lbh banyak memperoleh kemaslhatan? Ataukah sebaliknya?.
  6. Menurut pengamatan..., suksesnya poligami sangat terkait dgn peran dan sikap istri pertama, maka butuh waktu dan kesabaran mendidik istri pertama
  7. Jika akhirnya antum berpoligami dan mendapatkan istri ke2 yg lebih muda dan cantik, maka janganlah pernah lupa perjuangan dan kebaikan istri pertama dlm membina rumah tangga sehingga akhirnya anda siaap poligami, membina anak2, kesibukannya yg banyak membuat dia tdk sempat merawat diri dan kecantikannya.
  8. Karenanya lebih mengalah dan memberi udzur trhdp istri pertama jika ada sikap2nya yg salah setelah anda berpoligami. Tanamkan hal ini juga kpd istri barumu agar ia lbh menghormati dan mengalah terhadap istri pertama
  9. Poligami mrpk amalan sholeh, karenanya bisa jadi seseorang riyaa' dgn "memamerkan" poligaminya
  10. Berusahalah menjadi pelaku poligami yg sukses sehingga mengharumkan sunnah Nabi, dan janganlah sebaliknya -sbgmn yg sering terjadi- sehingga memperburuk kesan syari'at poligami

Sumber : Ustadz Firanda

Kelelawar yang Kesepian








Alkisah, ada seekor kelelawar yang tinggal di daerah pedesaan. Saat itu, si kelelawar sedang beristirahat dengan menggelantung terbalik di dahan sebuah pohon. Tiba-tiba, kelelawar itu melihat lima ekor burung terbang makin cepat dan makin tinggi. Burung-burung itu tampak begitu menikmati waktu mereka di siang hari.

Si kelelawar mengikuti kawanan burung itu dan mengetahui kalau ternyata burung-burung itu sedang berkompetisi untuk menentukan siapa yang bisa terbang lebih cepat dan lebih tinggi. Tapi begitu diikuti terus, kawanan burung itu tiba-tiba menghilang dari pandangan. Si kelelawar sangat tertarik untuk bergabung dengan mereka. Maka esok harinya, kelelawar itu menunggu kawanan burung itu di pohon.

Yang dinanti-nanti akhirnya datang di tempat yang sama keesokan harinya. Si kelelawar meminta izin untuk ikut serta dalam kompetisi itu. Kawanan burung itu menolaknya karena mereka menganggap si kelelawar spesies yang buruk dan mereka takut padanya. Tapi, si kelelawar tetap mengikuti mereka dari jauh. Tanpa sepengetahuan mereka, si kelelawar juga mengikuti kompetisi itu. Dalam beberapa menit, kawanan burung itu menghilang. Si kelelawar merasa kesepian dan rendah diri karena merasa dirinya makhluk terburuk di bumi ini. Dia merasa sedih dan memutuskan untuk melatih dirinya terbang dengan jarak jauh.

Si kelelawar mengarungi jarak jauh tanpa tujuan apa pun. Akhirnya, dia putuskan untuk beristirahat di sebuah pohon dan betapa terkejutnya saat melihat kawanan burung juga ada di sana. Si kelelawar menjadi sangat bahagia karena mampu menempuh jarak terbang kawanan burung itu. Si kelelawar bertanya pada mereka, apakah dia bisa ikut berkompetisi? Setelah berdiskusi sejenak, kawanan burung itu akhirnya membolehkan si kelelawar untuk bergabung.

Kawanan burung itu memulai terbangnya dan si kelelawar juga mengikutinya dengan energi penuh. Beberapa menit kemudian, langit menjadi gelap sehingga kawanan burung itu tidak bisa terbang di malam hari. Gerakan mereka mulai melambat dan si kelelawar terbang mendahului mereka karena dia mampu terbang di malam hari dengan menggunakan pantulan suara dan sensor khusus di tubuhnya. Si kelelawar begitu gembira dan terbang lebih cepat.

Setelah menempuh jarak beberapa meter, si kelelawar mengingatkan kawanan burung untuk mengikutinya. Tapi, begitu menoleh, si kelelawar baru menyadari kawanan burung itu sudah menghilang. Si kelelawar berbalik arah dan menemukan mereka di sebuah pohon. Kawanan burung itu memberi tahu kelelawar bahwa jarak yang mereka tempuh saat ini melebihi jarak yang biasanya mereka capai dan sekarang mereka tidak bisa kembali pulang karena mereka tidak mampu terbang di malam hari. Si kelelawar membantu mereka dan memandunya terbang pulang.

Si kelelawar merasa sangat bahagia, dan menceritakan kisahnya pada sesama kelelawar. Tapi, teman-temannya itu malah memberi respons negatif, "Kau ini bodoh, ya. Kau kan bisa saja dengan mudah memenangkan kompetisi itu dan bisa membanggakan spesies kita." Tapi si kelelawar yang bahagia itu menjawab lagi, "Aku sudah bahagia waktu aku mendapat kepercayaan dari kawanan burung itu, sehingga aku bisa menjadi pesaing mereka. Aku malah lebih bahagia begitu tahu kalau spesies kita punya kemampuan unik. Dan aku paling bahagia ketika kemampuan itu membantuku memandu burung-burung itu kembali pulang. Selain itu, kompetisi konyol seperti ini tidak lagi penting bagiku."

Memiliki bakat atau kemampuan tertentu adalah sebuah berkah. Menyadari betul bakat yang kita miliki adalah sebuah kesadaran diri. Memanfaatkan bakat itu demi kebaikan orang lain adalah perbuatan mulia. Jangan sampai kita merasa rendah diri. Jika perasaan negatif itu menyergap diri kita, itu pertanda bahwa kita belum mengenali bakat kita. Dan sekalipun kita sudah menemukan bakat terpendam kita, jangan lupa untuk menggunakan bakat itu demi kebaikan sesama.

Tikus dan Perangkap Tikus







Diceritakan bahwa pada suatu ketika hiduplah seekor tikus di rumah petani, dan dia adalah seekor tikus kecil yg bahagia, dia cukup makan, karena adalah hal yg bagus jika ada tikus di rumah anda karena anda tidak memerlukan lagi vacum cleaner, karena si tikus bisa memakan sisa potongan makanan yg berserakan di mana-mna. Tetapi si petani pemilik rumah tidak pernah suka pada tikus ini. Jadi, pada suatu hari si tikus mengintip dari celah-celah dinding, dan dia melihat si petani sedang membuka bungkusan sebuah kotak. Ketika dia melihat apa yg ada di dalam kotak itu, si tikus pun menjadi takut. Ternyata si petani membeli sebuah perangkap tikus! Dan si tikus pun menjadi sangat sedih dan takut sehingga dia pergi menemui temannya, si ayam. "Petani membeli perangkap tikus! Petani membeli perangkap tikus!*Gawat! Ini benar-benar gawat!" Dan si ayam berkata, "Bukan urusanku. Tidak ada hubungannya dgn ku. Jadi itu adalah masalahmu, tikus. Pergi dari sini!" Dan si tikus pun tidak mendapat simpati dari si ayam. Jadi, dia pergi mencari temannya yg lain, Pak Babi.

"Pak Babi, Pak Babi, petani membeli perangkap tikus! Ini kabar buruk! Saya bahkan tidak bisa tidur malam ini! Saya dalam bahaya!" Pak Babi berkata, "Bukan urusanku. Itu kan masalahmu. Dia tidak bisa menangkap babi dgn perangkap tikus. Kamu memang bernasib sial. Enyah dari sini!" Jadi si tikus pun benar-benar kecewa dgn temannya Pak Babi ini. Lalu dia pergi menemui Bu Sapi. "Bu Sapi, Bu Sapi, tolonglah, petani membeli perangkap tikus, dan saya begitu takut dan paranoid sekarang! Kadang-kadang, kamu bisa lari dan lari, tapi kamu tidak tahu apa yg sedang kamu hindari. Saya bisa terjebak perangkap tikus dan mati!" Dan Bu Sapi berkata, "Kalau begitu, mungkin itu adalah kamma dari kehidupanmu yg lampau, tetapi itu tidak ada hubungannya denganku." Jadi, si tikus ini tidak mendapat simpati apa pun dari teman-temannya. Dia pun kembali ke sarangnya, takut. Dan malam itu, seekor ular masuk ke rumah si petani dan ekornya terjebak di perangkap tikus. Ketika istri si petani datang utk melihat apakah tikus itu sudah tertangkap, ular itu menggigit istri si petani. Sehingga istri petani itu pun sakit parah. Karena sakitnya begitu parah, si petani berpikir, "Apa yg bagus utk mengobati penyakit? Sup ayam.....!" Jadi, dia pun menangkap Si Ayam, memotong kepalanya dan memasaknya utk membuat sup utk sang istri. Si Ayam kehilangan nyawanya. Dan tentu saja istri petani tidak sembuh-sembuh juga. Semua sanak saudaranya mulai berdatangan mengunjunginya. Dgn teman-teman dan sanak saudara yg berdatangan ke rumah, si petani miskin ini tidak tahu bagaimana menjamu para tamunya itu. Jadi, dia pun menyembelih Pak Babi dan membuatkan sosis dan ham utk para tamunya. Jadi, Pak Babi kehilangan nyawanya juga. Dan tidak peduli berapa banyak pun sup ayam yg dia berikan utk istrinya, tidak peduli berapa banyak pun tamu yg datang dan daging yg petani sediakan utk tamunya, akhirnya istri petani yg malang itu meninggal dunia. Karena dia sudah meninggal dunia, anda semua tahu betapa mahalnya biaya pemakaman. Si Petani harus menyembelih Bu Sapi dan menjual dagingnya utk membayar biaya pemakaman. Jadi pada akhirnya, Si Ayam mati, Pak Babi kehilangan nyawanya, Bu Sapi disembelih, gara-gara perangkap tikus.

Jadi, itu bukan hanya masalah si tikus saja. Itu adalah masalah semua orang, yg menjadi makna dari cerita itu. Karena kadang-kadang anda berpikir, "Ah, itu tidak akan berakibat apa pun pada saya. Tidak ada urusannya dgn saya. Itu urusan orang lain." Dan cerita itu bilang, "Tidak, ia bisa menjadi masalah anda juga." Oleh karena itu, kita seharusnya selalu menolong satu sama lain, walaupun kita berpikir ia tidak akan berakibat apa pun pada kita.

Hati Seorang Hamba

Written By Unknown on Tuesday, January 1, 2013 | 5:38 PM



Kalau Anda membayangkan sikap seorang hamba, apakah Anda membayangkannya sebagai kegiatan yang hanya dilakukan oleh seseorang yang memiliki keterampilan di tingkatan terbawah? Kalau jawaban Anda YA, Anda keliru.

Sikap seorang hamba bukanlah soal posisi atau keterampilan. Itu adalah soal sikap. Anda tentunya pernah bertemu dengan orang-orang yang menempati posisi-posisi pelayanan yang memiliki sikap yang buruk; pekerja yang kasar di aparat pemerintahan, pramusaji yang tidak mau repot mencatat pesanan Anda, atau seorang penjaga toko yang lebih suka sibuk berbicara di telepon daripada melayani pembeli. Sama seperti yangbisa Anda rasakan ketika Anda melihat seorang pekerja tidak mau membantu. Anda bisa dengan mudah mendeteksi apakah seseorang mempunyai hati seorang hamba atau tidak. Dan sesungguhnya pemimpin terbaik itu berhasrat melayani sesamanya, bukan dirinya sendiri. Apakah artinya bersikap seperti layaknya hamba? Artinya adalah seorang pemimpin yang memiliki hati seorang hamba.

1. Mendahulukan sesamanya daripada agendanya sendiri

Tanda pertama dari sikap seorang hamba adalah kemampuan mendahulukan sesama daripada dirinya dan hasrat-hasrat pribadinya sendiri. Ini lebih dari sekadar menunda agenda pribadi. Itu berarti orang tersebut memang benar-benar menyadari kebutuhan sesama, menyediakan diri untuk menolong, dan sanggup menerima hasrat-hasrat sesamanya sebagai sesuatu hal yang penting.

2. Mempunyai keyakinan untuk melawan

Inti sikap seorang hamba adalah ketenteraman. Tunjukkanlah seseorang yang menganggap dirinya terlalu penting untuk melayani, maka akan kita lihat seseorang yang hidupnya tidak tenteram. Bagaimana kita memperlakukan sesama, sesungguhnya mencerminkan bagaimana pandangan kita tentang diri sendiri. Pujangga filsuf Eric Hoffer mengatakan begini:
"Yang luar biasa adalah kita benar-benar mengasihi sesama seperti diri sendiri; kita berbuat terhadap sesama apa yang kita perbuat terhadap diri sendiri. Kita benci sesama ketika kita benci pada diri sendiri. Kita toleran terhadap sesama ketika kita toleran terhadap diri sendiri. Kita maafkan sesama ketika kita memaafkan diri sendiri. Bukan mengasihi diri melainkan membenci diri sendiri yang merupakan akar penyebab dari segala masalah yang mewarnai dunia kita."
Hanya pemimpin yang tenteramlahyang memberikan kekuasaan kepada sesamanya. Demikian pula halnya; hanya seorang yang benar-benar tenteramlah yang bisa memperlihatkan sikap seorang hamba.

3. Menginisiatifkan pelayanan kepada sesama

Boleh dibilang siapa pun akan melayani kalau terpaksa. Bahkan ada yang melayani dalam krisis. Tetapi kita bisa benar-benar melihat hati seseorang yang menginisiatifkan pelayanan kepada sesamanya. Para pemimpin besar melihat kebutuhannya, memanfaatkan peluangnya, dan melayani tanpa mengharapkan pamrih apa pun

4. Tidak terlalu mementingkan posisi

Para pemimpin yang bersikap sebagai seorang hamba tidak fokus pada pangkat atau posisi. Ketika Kolonel Norman Swchwarzkopf melangkah ke sebuah ladang ranjau, pangkat adalah hal terakhir yang dipikirkannya. Ia hanyalah seorang individu yang berusaha menolong sesamanya. Justru menjadi pemimpin malah memberinya perasaan wajib lebih besar dalam melayani.

5. Melayani karena kasih

Sikap seorang hamba tidak dimotivasikan oleh manipulasi atau promosi diri, melainkan didorong oleh kasih. Ujung-ujungnya pengaruh dan kualitas hubungannya tergantung pada kepedulian terhadap sesama.Itulah sebabnya penting sekali para pemimpin itu bersedia melayani. 

5 Spirit Juara ala Donald Trump

Banyak yang terkejut ketika tiba-tiba pengusaha sukses Donald Trump menyatakan akan mencalonkan diri menjadi Presiden AS pada pemilihan tahun 2012. Trump akan mencoba meniti jalan jadi calon Presiden AS dari Partai Republik. Jika ia lolos mewakili partainya, kelak akan berhadapan dengan Barack Obama yang sepertinya akan kembali mencalonkan diri untuk periode kedua.





Seperti apa peluang Trump? Mungkin masih terlalu jauh untuk menelusurinya sekarang. Akan tetapi Trump punya modal popularitasnya yang tak diragukan. Meski pengusaha, Trump boleh dibilang populer di segala lapisan masyarakat AS. Bahkan ia terkenal juga di dunia. Program televisinya "The Apprentice" sangat mendunia. Dia juga penulis buku ulung. Dalam buku "Think Like A Champions" (Berpikir Layaknya Seorang Juara), Trump menumpahkan tips-tips praktisnya agar seseorang mencapai kesuksesan. Lima poin di antaranya yang menarik adalah sebagai berikut:

1. Inovasi

Menurut Trump, untuk menjadi sukses kita harus sadar akan berbagai hal yang kadang aneh, karena hal itu bisa menjadi langkah besar menuju inovasi. Di matanya, berinovasi tak berarti mencipta sesuatu yang benar-benar baru secara utuh.
"Kita tidak benar-benar mencipta, tapi kita merangkai apa yang sudah diciptakan untuk kita. Jadilah perangkai yang hebat -tidak masalah di mana minat Anda-maka Anda sedang menempuh jalan menuju daya invensi," tuturnya.

2. Berpikir Cepat

Berpikir cepat itu penting, katanya. Dan untuk bisa melakukannya perlu ada persiapan. Persiapannya bukan dimulai dari hari esok tapi dimulai dari hari ini.
"Jangan tunggu keadaan urgent untuk menguji kemampuan berpikir cepat, tetaplah waspada setiap saat. Orang sering berkomentar tentang betapa cepat saya bekerja, yang adalah benar. Tapi alasan saya bisa bergerak cepat adalah karena saya telah melakukan pekerjaan latar belakang terlebih dahulu yang sering tidak dilihat seorang pun," tuturnya.

3. Totalitas

Kita sering kali tak peduli pada apa yang terjadi di lingkungan kita selama itu tak mempengaruhi kita. Ibaratnya, kita memesan pizza lalu pizza datang dengan satu potongan hilang. Kita tak pernah mencari tahu kenapa satu potongan pizza hilang.
"Padahal, untuk menjadi pemenang dalam segala kesempatan kita harus berpikir secara total. Berusaha keraslah demi totalitas dan tetap membuat rasa ingin tahu Anda utuh, dan Anda akan melihat diri Anda siap untuk menang di semua kompetisi," ujarnya.


4. Berpikir Seperti Juara

Trump menggambarkan para juara seperti ini. Para juara berpikir besar. Para juara bekerja amat keras. Para juara itu fokus. Para juara berdisiplin. Para juara adalah seseorang yang bangkit ketika ia tak mampu. "Salah satu hal yang mereka semua sama-sama punya adalah pola pikir yang sama: Mereka ingin menang, mereka ingin menjadi yang terbaik," paparnya.

5. Beri Potensi Anda Peluang

Menurut Trump, ketika seorang achiever (orang yang selalu ingin menang) berprestasi, itu bukan fase untuk tenang, itu baru awal. Para achiever bergerak maju setiap kali - mereka mengantisipasi urusan berikutnya dan punya sasaran langsung yang telah disusun. "Para achiever mencari tantangan, sehingga urusan berikutnya adalah apa yang mereka pikirkan. Mereka punya kewajiban pada diri mereka sendiri untuk membuat diri mereka terbaik," ujarnya.

Itulah 5 tips dari Donald Trump yang disarikan dari buku Think LikeA Champions. Seperti yang ia katakan, mari berpikir seperti seorang juara mulai saat ini!!

Biarlah CINTA itu bermuara dengan sendirinya




Kenapa tak pernah kau tambatkan perahumu di satu dermaga? Padahal kulihat, bukan hanya satu pelabuhan tenang yang mau menerima kehadiran kapalmu!



Kalau dulu memang pernah ada satu pelabuhan kecil, yang kemudian harus kau lupakan, mengapa tak kau cari pelabuhan lain, yang akan memberikan rasa damai yang lebih? Seandainya kau mau, buka tirai di sanubarimu, dan kau akan tahu, pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya, hingga pelabuhan itu jadi rumahmu, rumah dan pelabuhan hatimu.



゠์›ƒ♥์œ ์›ƒ♥์œ ์›ƒ♥์œ ์›ƒ ♥์œ ์›ƒ♥์œ ์›ƒ♥์œ ์›ƒ♥์œ ์›ƒ♥์œ ์›ƒ♥์œ ์›ƒ♥์œ ์›ƒ♥์œ ゠



(Judul Puisi ” Pelabuhan ” karya Tyas Tatanka, kumpulan puisi 7 penyair serang)

➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸



Matanya berkaca-kaca ketika perempuan itu selesai membaca dan merenungi isi puisi itu. Dulu sekali perempuan itu telah pernah berharap pada seorang laki-laki yang dia yakin baik dan hanif, ada kilasan – kilasan di hatinya yang mengatakan bahwa mungkin dialah sosok yang selama ini dicari.. dialah sosok yang tepat untuk mengisi hari harinya kelak dalam bingkai pernikahan.



Berawal dari sebuah pertemanan. Berdiskusi tentang segala hal, terutama masalah agama. Perempuan itu sedang berproses untuk mendalami agama Islam dengan lebih intens. Dan laki-laki itu, dia paham agama, aktif diorganisasi keislaman, dan masih banyak lagi hal – hal positif yang ada dalam diri lelaki itu. Sehingga kedekatan itu membawa semangat perempuan itu untuk terus menggali ilmu agama. dan mempraktekkannya dalam kesehariannya. Kedekatan itu berlanjut menjadi kedekatan yang intens, berbagi cerita, curahan hati, saling meminta saran, saling bertelepon dan bersms, yang akhirnya segala kehadirannya menjadikan suatu kebutuhan. Kesemuanya itu awalnya mengatasnamakan persahabatan.



Suatu hari salah seorang sahabatnya bertanya “Adakah persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan dewasa tanpa melibatkan hati dan perasaan terlebih bila sudah muncul rasa simpati, kagum dan kebutuhan untuk sering berinteraksi?”



Perempuan itu tertegun dan hanya bisa menjawab ” entahlah..”



Sampai suatu hari, laki-laki itu pergi dan menghilang… Awalnya masih memberi kabar. Selebihnya hilang begitu saja. Dan perempuan itu masih berharap dan menunggu untuk suatu yang tak pasti. Karena memang tidak pernah ada komitmen yang lebih jauh diantara mereka berdua. Setiap dia mengenal sosok lelaki lainnya… Selalu dibandingkan dengan sosok laki-laki sahabatnya itu dan tentulah sosok laki-laki sahabatnya itu yang selalu lebih unggul dibanding yang lain. Dan perempuan itu tidak pernah lagi membuka hatinya untuk yang lain. Sampai suatu hari,..



Perempuan itu menyadari kesia-siaan yang dibuatnya. Ia berharap ke sesuatu yang tak pasti hanyalah akan membawa luka dihati… Bukankah banyak hal yang bermanfaat yang bisa dia lakukan untuk mengisi hidupnya kini…. Air mata nya jatuh perlahan dalam sujud panjangnya dikegelapan malam… Dia berjanji untuk tidak mengisi hari-harinya dengan kesia-siaan.



“Lalu bagaimana dengan sosok laki-laki itu ??” Perlahan saya bertanya padanya.



“Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa, yang salah hanyalah persepsi dan harapan yang terlalu berlebihan dari kedekatan itu, dan proses interaksi yang terlalu dekat sehingga timbul gejolak dihati…. Biarlah hal itu menjadi proses pembelajaran dan pendewasaan bagi saya untuk lebih hati – hati dalam menata hati dan melabuhkan hati,” ujarnya dengan diplomatis. Hingga saya menemukan perempuan itu kini benar-benar menepati janjinya.



Dunia perempuan itu kini adalah dunia penuh cinta dengan warna-warna jingga, tawa-tawa pelangi, pijar bintang dimata anak anak jalanan yang menjadi anak didiknya…. Cinta yang dialiri ketulusan tanpa pamrih dari sahabat-sahabat di komunitasnya yang menjadikan perempuan itu produktif dan bisa menghasilkan karya…cinta yang tidak pernah kenal surut dari kedua orang tua dan keluarganya… Dan yang paling hakiki adalah cinta nya pada Illahi yang selalu mengisi relung-relung hati..tempatnya bermunajat disaat suka dan duka… Indahnya hidup dikelilingi dengan cinta yang pasti.



Adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa. Sehingga…. saat seseorang itu pun hilang begitu saja… Masih ada setangkup harapan agar dia kembali….Walaupun ada kata-katanya yang menyakitkan hati…. akan selalu ada beribu kata maaf untuknya…. Masih ada beribu penantian walau tak pasti… Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah jodoh yang dicari sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain. Sementara dia yang jauh disana mungkin sama sekali tak pernah memikirkannya. Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia??



Masih ada sejuta asa…. Masih ada sejuta makna…..Masih ada pijar bintang dan mentari yang akan selalu bercahaya dilubuk jiwa dengan menjadi bermakna dan bermanfaat bagi sesama….



“Lalu… bagaimana dengan cinta yang dulu pernah ada??” tanya saya suatu hari.



Perempuan itu berujar, ” Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya… disaat yang tepat… dengan seseorang yang tepat…. dan pilihan yang tepat……hanya dari Allah Swt. disaat dihalalkannya dua manusia untuk bersatu dalam ikatatan pernikahan yang barokah..”



Semoga saja akan demikian adanya…



➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸➷➹➷➸


semoga bermanfaat bagi semuanya

Besarnya Nilai Suatu Kepercayaan







Ada seorang pemuda yang dulunya hanya seorang Office Boy biasa di perusahaan Jepang. Namun selang tahun kemudian pemuda ini berhasil menjadi pengusaha sukses di bidang jasa. Kenapa itu terjadi ?

Pemuda yang hanya lulus SMP awalnya hanya mencari pekerjaan. Dan diterimalah dia bekerja di kota besar ini. Betapa senangnya pemuda itu. Itu terlihat dari kinerjanya yang selalu bersemangat dalam mengerjakan tugas, selalu tersenyum ramah dan siap menolong teman yang membutuhkannya.

Bahkan kerja lembur dan tidur di kantor pun dijalaninya dengan senang. Tugas yang tadinya hanya jadi pesuruh, membereskan file, mengantar minuman di suatu hari meningkat menjadi pembantu administrasi.

Saat ada karyawan kantor yang mengalami musibah dan tidak dapat menyelesaikan tugasnya, pemuda itu mau belajar keras menggunakan komputer untuk membantu temannya mengetik tugas.

Bos pemuda itu adalah orang Jepang. Dan pemuda itu sering sekali menemani dan membantu bosnya itu bekerja lembur. Walau perintah bos ini menggunakan bahasa Jepang, namun karena keinginan keras untuk belajar maka pemuda itupun menguasai bahasa Jepang sekaligus.

Dan penguasaannya terhadap bahasa Jepang juga tidak lepas dari bantuan karyawan Jepang yang ada diperusahaan itu yang sangat menghargai jika ada bangsa lain yang mau belajar bahasanya. Karena itu setiap teman Jepangnya pulang kampung pemuda itu selalu minta untuk dibawakan buku – buku.

Hasilnya terlihat empat tahun kemudian. Dari yang semula hanya pembantu administrasi naik menjadi asisten administrasi penghubung. Setiap ada tamu dari Jepang pemuda itu selalu yang diminta untuk menemani mereka. Menjadi penerjemah bagi mereka dan lama – lama pemuda itu dipercaya mengurus banyak hal seperti menghadap pejabat dan menyampaikan pesan penting antar departemen.

Sekian tahun kemudian atas persetujuan dan bantuan bosnya serta kepercayaan yang terbentuk selama ini, pemuda itu meminta ijin mengundurkan diri untuk membuka usaha di bidang jasa, yaitu mengurus berbagai perijinan dan perekrutan karyawan, khususnya untuk perusahaan Jepang yang akan berinvestasi di Indonesia. Pemuda itu merasa bersyukur dengan apa yang telah dialami dan didapatkannya. Dan berjanji akan terus belajar.

Kisah diatas adalah sebuah contoh proses perjuangan seorang karyawan biasa sampai akhirnya bisa membangun usahanya sendiri. Apa yang dicapainya saat ini tidak dibangun dalam sekejap, tapi dengan kerja keras, kejujuran, dapat dipercaya dan penuh tanggung jawab, mau belajar serta tahu menempatkan diri.

Dan kualitas karakter positif itulah yang mengubah hidupnya. Karena itu jika kita ingin berhasil sepertinya maka kita bisa memulainya dari dimana kita berada saat ini dengan belajar, bekerja sungguh – sungguh, dan mampu menjaga kepercayaan yang diberikan. Begitu integritas kita terbangun maka apapun yang kita tekuni lambat atau cepat pasti akan mendapat tempat dan pasti kesuksesan demi kesuksesan akan datang menyusul.

 A Little Truth of Life

Seorang Anak yang buta







Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda..

Seorang anak buta duduk bersila di sebuah tangga pintu masuk pada sebuah supermarket. Yup, dia adalah pengemis yang mengharapkan belas kasihan dari para pengunjung yang berlalu lalang di depannya. Sebuah kaleng bekas berdiri tegak di depan anak itu dengan hanya beberapa keping uang receh di dalamnya, sedangkan kedua tangannya memegang sebuah papan yang bertuliskan “Saya buta, kasihanilah saya.”Ada Seorang pria yang kebetulan lewat di depan anak kecil itu. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan beberapa keping uang receh, lalu memasukkannya ke dalam kaleng anak itu. Sejenak, pria itu memandang dan memperhatikan tulisan yang terpampang pada papan. Seperti sedang memikirkan sesuatu, dahinya mulai bergerak-gerak.

Lalu pria itu meminta papan yang dibawa anak itu, membaliknya, dan menuliskan beberapa kata di atasnya. Sambil tersenyum, pria itu kemudian mengembalikan papan tersebut, lalu pergi meninggalkannya. Sepeninggal pria itu, uang recehan pengunjung supermarket mulai mengalir lebih deras ke dalam kaleng anak itu. Kurang dari satu jam, kaleng anak itu sudah hampir penuh. Sebuah rejeki yang luar biasa bagi anak itu.

Beberapa waktu kemudian pria itu kembali menemui si anak lalu menyapanya. Si anak berterima kasih kepada pria itu, lalu menanyakan apa yang ditulis sang pria di papan miliknya. Pria itu menjawab, “Saya menulis, ‘Hari yang sangat indah, tetapi saya tidak bisa melihatnya.’ Saya hanya ingin mengutarakan betapa beruntungnya orang masih bisa melihat. Saya tidak ingin pengunjung memberikan uangnya hanya sekedar kasihan sama kamu. Saya ingin mereka memberi atas dasar terima kasih karena telah diingatkan untuk selalu bersyukur.”
Pria itu melanjutkan kata-katanya, “Selain untuk menambah penghasilanmu, saya ingin memberi pemahaman bahwa ketika hidup memberimu 100 alasan untuk menangis, tunjukkanlah bahwa masih ada 1000 alasan untuk tersenyum.” 

A Little Truth of Life

Semoga Semua Makhluk Bisa Hidup Berbahagia
 
Support : TV Series | Ekspresi2nd Kaskus | Satya Kumara
Copyright © 2013. Blog Seorang Pemuda - All Rights Reserved
Template edited by Satya Kumara Published by Blog Seorang Pemuda
Proudly powered by Blogger