Home » » HAREM

HAREM

Written By satya kumara on Saturday, January 5, 2013 | 4:58 PM

Harem di kesultanan turki Ottoman


Image harem seringkali dibayangkan sebagai suatu tempat dimana banyak gadis2 cantik yg tugas utamanya menghibur para sultan atau sheikh. Pandangan ini berasal dari image harem sebagaimana yg dibayangkan ini didasarkan atas keadaan harem pada jaman Ottoman. Sebenarnya harem atau semacamnya sudah ada sejak jaman dahulu kala terutama di belahan bumi bagian timur seperti Cina, Arab, Persia, dll. Budaya harem inilah yg kemudian juga diadopsi oleh para Sultan Ottoman. Pada abad 16-18, Harem memegang peranan penting dalam pemerintahan Ottoman, periode ini dikenal sebagai Kadinlar Sultanati (Masa2 Pemerintahan Wanita). Peranan ini dipegang oleh Valide sultan (Ibunda Sultan) dan wanita harem yg menjadi favorit Sultan. Peran yg terlalu besar dari harem inilah yg akhirnya jg berperan menghancurkan Ottoman secara perlahan.

Harem berasal dari bahasa Turki yg berasal dr bahasa Arab (حرم atau haram, berhubungan dgn kata حريم ḥarīm yg secara istilah berarti tempat suci/terlarang/anggota perempuan sebuah keluarga).
 
SEJARAH
Dalam sejarahnya, harem dalam Ottoman atau dikenal sebagai Seraglio Harem terdiri Valide Sultan (Ibunda Sultan), selir favorit Sultan (hasekis), dan sisanya adalah para selir yg bertugas menemani Sultan (terutama di ranjang) di dalam harem juga terdapat putri2 Sultan. Banyak dari selir/wanita di harem ini yg selama hidupnya tidak akan pernah bertemu dengan Sultan. Sejarah munculnya harem dalam Kesultanan Ottoman ini berasal dari budaya yg telah lama ada sebelum terbentuknya kesultanan. Ottoman punya tradisi untuk mengambil budak wanita untuk dijadikan selir guna meneruskan keturunan, selain tentunya perkimpoian yg legal. Ottoman jg menganut garis patriarki yg hanya mengijinkan anak laki2 sebagai pewaris. Selir yg berasal dari budak, tidak seperti istri yg sah, tidak diakui garis keluarganya. Istri kadang diragukan loyalitasnya kepada suami, karena kadang lebih loyal kepada keluarga asalnya, sedangkan selir hanya akan punya kesetiaan kepada “suami”nya  , selain itu dgn punya selir seorang laki2 tidak takut diselingkuhi (karena stoknya masih banyak kali )
Walaupun para selir seakan hanya sebagai alat untuk reproduksi, lama kelamaan peran mereka semakin besar terutama kalau mereka bisa menghasilkan keturunan bagi “suami”nya dan menjadi selir favorit. Dalam harem Ottoman, mereka kadang mendapatkan gelar sebagai Kadin atau Hasseki, bahkan mendapat gelar tertinggi sebagai Valide Sultan jika putranya menjadi Sultan. Seorang Valide Sultan mempunyai kekuasaan yg tertinggi di dalam harem, karena walaupun sultan bisa punya banyak selir, sultan hanya punya satu ibu (ya iyalah ).

 
 
Odalisques

Harem Ottoman terdiri dari banyak wanita cantik dan tercantik yg berasal dari seluruh penjuru kesultanan. Gadis muda yg punya kecantikan yg ruuuuarrr biasaa, dikirimkan kpd Sultan, seringkali merupakan hadiah dari gubernur/bey. Mereka berasal dari Circassia, Georgia, Abkhazia, Yunani, Rumelia, dan ada pula yg dari Eropa Barat seperti Perancis. Mereka biasanya dibeli dari pasar budak setelah diculik dari daerah asalnya atau ada juga yg memang dijual oleh keluarganya. Ada juga keluarga yg memaksa anaknya untuk menjadi selir di harem karena tergiur oleh kehidupan yg mewah dan nyaman.
Semua budak yg memasuki harem disebut sebagai odalisques. Odalisques belum bisa lsg dipersembahkan kepada Sultan. Hanya odalisques yg punya kelebihan atau keistimewaan saja yg lsg bisa bertemu Sultan sebagai gedikli (wanita dalam daftar tunggu). Awalnya Odalisques ini akan bekerja sebagai pelayan dari Selir yg sudah ada sebelumnya.
Odalisques menempati posisi paling bawah dalam hierarki harem. Mereka dianggap sebagai semacam pembantu umum di dalam harem. Walaupun suuuangaat cantik kebanyakan dari mereka dianggap tidak cukup cantik untuk dipersembahkan kepada Sultan. Odalisques yg dianggap berbakat akan dilatih untuk menjadi penghibur yg terampil. Odalisques yg belum menjadi selir kadang juga dihadiahkan oleh sultan kepada bawahannya yg berprestasi, hal ini tentunya memiliki prestise tersendiri. Setelah latihan yg cukup, para Odalisques ini akan dipersembahkan kepada sultan sebagai seorang selir, dan jika beruntung kelak akan mempunyai kekuasaan yg besar.

 
 
Selir dalam Harem

Setelah dianggap cukup layak untuk dipersembahkan ke hadapan Sultan, odalisques akan diangkat menjadi seorang selir. Hubungan antara Sultan dan selir pada masa itu semacam “one night stand”. Dimana setelah pada suatu malam mereka menemani sultan untuk tidur, mungkin mereka tidak akan bisa bertemu Sultan lagi untuk selama-lamanya kecuali mengandung anak laki-laki. Jika mampu melahirkan anak laki2 maka selir tersebut akan menjadi mendapat gelar ikbal (favorit) Sultan. Hierarki dalam susunan harem adalah sebagai berikut : odalisques (perawan)  selir (one night stand)  ikbal (favorit)  kadin (“istri favorit”).
Selir yg mengandung akan mendapat kamar dan pelayan sendiri. Jika yg dilahirkan anak perempuan, selir tersebut diberi gelar Hasseki Kadin, maka mereka kan diberikan semacam apartemen dan biaya hidup dari Sultan. Setelah Sultan wafat mereka berhak untuk menikah lagi dan keluar dari Harem. Sedangkan kalau yg dilahirkan anak laki2, selir tersebut diberi gelar Hasseki Sultan, maka posisi mereka dalam hierarki Harem akan meningkat serta mempunyai peluang untuk menjadi Valide Sultan. Namun, jika anak laki2nya atau Sultan meninggal, mereka tidak berhak untuk menikah lagi, dan selamanya kan berda di dalam harem.
Selir yg melahirkan anak lelaki akan dianggap sebagai istri sah Sultan (kadinlar atau kadinefnediler), dan berhubung seorang Muslim hanya boleh menikahi 4 wanita maka pada suatu masa Sultan hanya akan mempunyai 4 orang istri, kecuali pada masa beberapa Sultan yg bisa mempunyai lebih dari 4 kadin. Urutannya yaitu Bash Kadin (istri pertama), ikinci kadin (kedua), uchuncu (ketiga), dan seterusnya. Jika anak yg dilahirkannya meninggal maka seorang kadin harus rela menyerahkan posisinya kepada kadin lain yg berada di bawahnya. Seorang kadin yg anak lelakinya menjadi Sultan akan mendapat gelar Valide Sultan (Ibunda Sultan) yg mempunyai kekuasaan yg sangat besar di dalam Harem dan seringkali mampu mempengaruhi kebijakan Sultan.

 
 
 
Sultanate of Woman

Masa2 dimana para Valide Sultan, Sultana, dan Harem menguasai Kesultanan Ottoman dinamakan sebagai Era Sultan Perempuan (Kadinlar Saltanati). Masa ini berlangsung selama kurang lebih 130 tahun pada abad ke 16 dan 17. Para wanita yg berasal dari Harem mempunyai peran politik yg luar biasa. Banyak Sultan pada masa ini hanya sebagai boneka, dan ibu mereka (Valide Sultan) yg sebenarnya memimpin kesultanan. Banyak dari para Sultana ini yg awalnya terlahir kristen namun dikonversi menjadi Muslim, dan diantaranya berasal dari Eropa dan Yunani. Diantara yg terkenal pada masa ini adalah Hürrem Sultan, Mihrimah Sultana, Nurbanu Sultan, Safiye Sultan, Kösem Sultan, dan Putri Hatice.
Populasi harem pada masa itu bisa mencapai 2000 orang termasuk selir dan kasimnya. Dan tentunya dengan jumlah sebanyak itu maka pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan mereka termasuk barang mewah sangat membebani kas kesultanan. Banyakny pengeluaran akibat kehidupan mewah di Harem menyebabkan kas Kesultanan yg seharusnya digunakan untuk berperang menjadi berkurang. Selain itu, Sultan pada masa pertengahan hingga akhir Ottoman lebih memilih untuk menyerahkan segala urusan kenegaraan kepada Wazir Agung, dan menikmati hidup berfoya2 di Harem daripada memimpin lsg pasukan di medan perang. Inilah salah satu sebab mundurnya Kesultanan Ottoman.

Hierarki dalam Harem
 
 
Inilah hierarki yg menjadi rebutan para selir. Setiap selir yg terkungkung oleh dunia Harem bersaing satu sama lain untuk menduduki posisi paling puncak sehingga kadang juga memakai cara2 yg tidak lazim. Para Sultan juga kadang menjadi korban dari persaingan antar selir dalam Harem terutama dalam perebutan kekuasaan. Di dalam Harem terdapat intrik2, persaingan, dan perang dingin. Kadang setiap selir harus berhati2 terhadap para pelayannya yg mungkin adalah mata2 selir lain. Setiap minuman mungkin beracun, setiap tidur malam mungkin adalah tidur terakhirnya.


Kasim/Eunuch
 Selir hanya mengisi separuh harem, sedangkan sisanya ditempati oleh para kasim. Para kasim ini dianggap sebagai laki2 yg tidak sempurna karena sudah dikebiri sehingga dianggap tidak lagi mempunyai nafsu terhadap wanita. Berdasarkan tradisi muslim, tidak boleh seorang lelaki memandang harem lelaki lainnya. Oelh karena itu, maka hanya para kasim yg bisa memasuki harem.
Ada dua macam kasim pada masa Ottoman, yaitu Kasim Putih (yg berasal dari Rumelia dan Eropa seperti Circassia, Georgia, Armenia, Hungaria, Slovenia, Jerman) dan Kasim Hitam (yg berasal dari Mesir, Sudan, Abyssinia, dll). Biasanya para kasim ini merupakan para tawanan perang, budak, maupun orang yg secara “sukarela” mendaftar sebagai seorang kasim. Pengkebirian para calon kasim dilakukan oleh orang Kristen atau Yahudi di pasar budak, karena Muslim dilarang untuk mengkebiri namun tidak dilarang untuk memakai tenaga orang yg dikebiri. Cara pengkebiriannya jg macam2, ada yg dipotong habis namun jg ada yg hanya diambil testisnya saja, tergantung dari peran mereka kelak di Harem.


 

Setiap Kasim Hitam dipimpin oleh Kizlar Agha. Kizlar Agha mempunyai derajat setingkat di bawah Wazir Agung sehingga posisinya sangat penting untuk menghubungkan Sultan dgn Wazir Agung atau Valide Sultan. Dia bisa bertemu Sultan kapan saja dan berperan untuk mempersembahkan serta mengatur jadwal selir mana ug akan menemani Sultan untuk tidur. Selain itu, Kizlar Agha diangkat sebagai pemimpin Korps Baltaci (halberdier). Kizlar Agha jg berperan untuk menegakkan hukum di dalam Harem.
Setiap Kasim Putih dipimpin oleh Kapi Agha. Kapi Agha bertanggung jawab atas masalah birokrasi istana dan kepala Sekolah Istana. Selain itu Kapi agha jg bertugas untuk mengontrol semua pesan, petisi, dan dokumen yg ditujukan kepada Sultan. Mereka jg bisa bertatap muka lsg dengan Sultan. Pada awalnya Kapi Agha dan Kasim Putih mempunyai posisi yg tinggi, namun karena berbagai macam kejahatan dan adanya hubungan intim dgn para selir (Kasim Putih hanya diambil testisnya tapi masih punya penis) sehingga posisinya diturunkan di bawah Kizlar Agha. Kapi Agha dan Kasim Putih kemudian lebih banyak bertugas di luar dinding Harem.
Peran kasim sepanjang sejarah Ottoman sangat besar terutama selama masa suksesi, baik yg secara damai maupun melalui pemberontakan.

Harem inilah yg menjadi salah satu penyebab runtuhnya Kesultanan Ottoman. Memang benar pepatah yg mengatakan “Di belakang laki2 yg hebat terdapat seorang wanita yg hebat, tapi di belakang laki2 yg lemah terdapat banyak wanita hebat”

Berikut ini beberapa wanita Harem yg terkenal & punya kekuasaan sepanjang sejarah Ottoman
Roxelana (1500/1508 – 18 April 1558), dy lebih dikenal sebagai Hürrem Sultan atau Karima, dikenal di Eropa sebagai Roxelana, adalah istri resmi Sultan Süleyman al-Qanuni. Roxelana berasal dari Ukraina. Pada tahun 1520an, dy ditangkap oleh Crimean Tatar kemudian dibawa ke Istanbul untuk dimasukkan ke dalam Harem.
Dy langsung menarik perhatian Sultan Süleyman sehingga menimbulkan kecemburuan dari banyak rivalnya. Suatu hari, salah satu selir favorit Süleyman, Mahidevran (Gul Bahar) bertengkar dengannya dan melukainya. Mengatahui hal ini Sultan Süleyman mengasingkan Mehidevran dan putranya, Mustafa (yg awalnya sebagai putra mahkota, pangeran yg sangat kompeten). Akhirnya Roxelana tidak punya saingan dan diangkat sebagai istri resmi Sultan Süleyman. Dengan berbagai intrik akhirnya Roxelana bisa mengantarkan putranya, Selim II yg tidak kompeten, menjadi Sultan Ottoman pengganti Sultan Süleyman.
 
Sumber : theottoman.org & sumber lain terkait 
Credit : Javanissary
Share this article :

+ comments + 2 comments

Post a Comment

Orang Keren habis baca pasti komen, setuju ?

 
Support : TV Series | Ekspresi2nd Kaskus | Satya Kumara
Copyright © 2013. Blog Seorang Pemuda - All Rights Reserved
Template edited by Satya Kumara Published by Blog Seorang Pemuda
Proudly powered by Blogger